Ini dia 5 mitos hantu untuk menakuti anak anak..!! - Navigasi info a -->
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ini dia 5 mitos hantu untuk menakuti anak anak..!!

Ini dia 5 mitos hantu untuk menakuti anak anak...!


ilustrasi. foto : amg.co.id

Era modern ini mungkin anak anak lebih takut tidak kebagian jatah uang jajan sekolah, ketimbang cerita hantu legendaris mitos  yang sering terdengar dikalangan masyarakat. Dulu, untuk memberi efek jera kepada si anak yang susah diatur, atau anak anak yang suka bermain hingga jelang malam, orang tua mereka sering menakuti nakuti dengan cerita hantu. Entah sebagai bagian dari edukasi anak, atau sekedar memberi efek jera, ternyata menakuti anak dengan cerita hantu, praktis membuat si anak lari terbirit birit hingga masuk ke dalam kamar atau bersembunyi dibaling kolong meja. hehehe...
 
Itu dulu, ya dulu..anak anak zaman sebelum era gadget dan social media, munngkin terlalu mempercayai mitos hantu legendaris. apa sebab, era kamera digital potoshop tak banyak diketahui, hingga jika ada foto hantu beredar dimasyarakat, langsung menimbulkan ketakutan. Padahal mungkin saja foto tersebut hasil rekayasa potoshop era 90'an.
 
Berikut 5 mitos hantu yang digunakan untuk menakuti anak anak.

1. Pocong

foto : vebma.com


Mungkin hanya ada di indonesia istilah hantu Pocong. Hantu pocong digambarkan sebagai sosok hantu yang berbalut kain kafan lusuh dan memiliki wajah buruk rupa. Cerita yang berkembang dimasyarakat, bahwa hantu pocong ini adalah sosok mayat yang lupa dilepas tali kafannya saat dikuburkan. dibeberapa daerah misalnya. seperti dipulau jawa, hantu pocong ini wujud dari mayat yang lupa dilepas tali kafannya, kemudian menghantui sang pengubur untuk meminta agar mayatnya segera dilepas talinya. Namun ada saja orang yang memanfaatkan isu hantu pocong untuk perbuatan kriminal, seperti mencuri dirumah penduduk.


2. Kuntilanak

Suzanna berperan sebagai kuntilanak, dalam film telaga angker. foto : bintang.com


Neng kunti, itu panggilan paling legendaris sosok hantu yang satu ini. Bintang film nasional era 70-80'an, Suzanna, paling sering memerankan sosok kuntilanak ini dalam berbagai genre film komedi horor.  Hantu kuntilanak ini digambarkan sebagai sosok perempuan cantik berambut panjang dengan punggung berlubang. Mitos yang beredar, kuntilanak adalah wanita yang melahirkan namun meninggal, dan belum sempat melahirkan anaknya. Nah, mitos ini pulalah yang digunakan orang tua dulu untuk menakuti anak nakal yang tak mau pulang.. " nak pulang..sudah mau magrib, nanti kamu diculik kuntilanak..! ".. hehe


3. Genderuwo

sumber foto : solopos.com

Hantu ini sebenarnya adalah mitos dari jawa. Genderuwo digambarkan sebagai sosok bertubuh besar ( raksasa ) dengan bulu yang lebat, menghuni tempat gelap, seperti bangunan tua, sungai didalam hutan dan pohon bambu yang rindang. Genderuwo ini, juga banyak digunakan para dukun/paranormal untuk melakukan pesugihan. 



4. Wewe Gombel


sumber foto : wikipedia

Wewe gombel, atau yang juga disebut nenek wewe, dalam tradisi mitos jawa berarti roh jahat atau hantu yang suka menculik anak anak. menurut cerita dahulu, wewe gombel sering digunakan untuk menakut nakuti anak agar tidak berkeliaran dimalam hari. Wewe ini digambarkan sebagai sosok hantu wanita tua keriput, dengan bagian dada yang terlihat panjang dan menggantung.  


5. Tuyul 

foto : dunia7misteri.com

Sipencuri cilik ini disebut tuyul. sang pencuri ghaib cilik ini, dipercaya adalah peliharaan seseorang untuk memperoleh kekayaan dengan cara yang salah ( red : ilmu hitam ). Menurut cerita mitos, Tuyul ini adalah anak anak berusia 5-8 tahun yang meninggal dengan cara tak wajar, dan kemudian gentayangan. Ada sebuah cerita lucu, si tuyul ini bisa gagal melakukan aksi pencuriannya dirumah orang jika bertemu dengan anak anak seusianya, dikarenakan si tuyul malah ingin mengajak si anak untuk bermain, hingga lupa tugasnya mencuri. hehehe...
 
Itulah 5 mitos sosok hantu yang dipercaya bisa menakuti anak anak yang nakal. Ketahuilah bahwa mendidik anak anak kita yang susah diatur itu dengan cara yang bijak dan edukasi. Tak perlu sampai membuat memori si anak buruk dengan cerita hantu yang tak pernah ada dasarnya dalam setiap ajaran Agama. Didiklah anak anak kita dengan pondasi agama, niscaya akan jadi penerus agama dan negara yang baik.