Sejarah Perusahaan Yamaha - Navigasi info a -->
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah Perusahaan Yamaha

Navigasi Info - siapa sih yang tak kenal dengan perusahaan raksasa Yamaha yang perusahaan tersebut memproduksi berbagai macam keperluan dari alat musik , alat olah raga sampai kendaraan bermotor.

Sejarah Perusahaan Yamaha


Jika berbicara tentang pendirian perusahaan Yamaha maka semua itu tak akan lepas dari sosok torakusu Yamaha yang mana sebagai pelopor pendiri perusahaan yamaha.

Asal - Usul Perusahaan Yamaha


Semua dimulai pada tahun 20 April 1851 ada seorang tukang servis arlogi yang bernama torakusu Yamaha pada saat itu orderan servis arlogi ( jam tangan ) mulai sepi sehingga ia mempunyai inisiatif untuk menyervis atau memperbaiki mesin kesehatan yang mana dia mampu memperbaikinya juga.

Dari Perkerjaan nya memperbaiki alat kesehatan tersebut torakusu Yamaha dapat memperbaiki perekonomiannya dan juga ia mendapat banyak relasi diberbagai tempat di daerah Jepang sehingga torakusu Yamaha sering dipanggil keluar daerah untuk memperbaiki mesin kesehatan.

Lambat laun jasa servis alat kesehatannya mulai terkenal sehingga tidak saja di panggil untuk memperbaiki mesin kesehatan di daerah perkotaan saja akan tetapi torakusu Yamaha juga di panggil untuk memperbaiki mesin kesehatan ke daerah pelosok Jepang .

Sampai suatu hari dia pindah ke daerah hamamatsu sebuah kota kecil di pelosok Jepang yang mana minim dengan fasilitas tidak seperti di kota besar akan tetapi disana Torakusu Yamaha juga sering menerima job perbaikan mesin kesehatan.

Suatu hari pada tangga 1887 ada seorang kepala sekolah SD chinjo yang berasal dari Hamamatsu ingin bertemu kepada torakusu yamaha kepala sekolah itu meminta Torakusu untuk memperbaiki alat musik orgen yang terdapat di sekolah.

Saat menerima permintaan dari kepala sekolah SD chinjo itu membuat torakusu Yamaha terkejut yang mana ia belum pernah memegang alat musik itu apa lagi untuk memperbaiki alat musik ditambah lagi dia hanya membuka jasa servis arlogi dan alat kesehatan saja.

Torakusu Yamaha pun sedikit menolak dengan mengatakan " maaf pak saya kan tidak bisa memperbaiki alat musik "

Akan tetapi hal itu di sanggah oleh kepala sekolahan dengan mengatakan " iya saya tahu hal itu akan tetapi di Hamamatsu ini tidak ada tukang servis alat musik yang mana kita ketahui bahwa Hamamatsu ini hanya sebuah kota kecil yang tak ada fasilitas tapi kan kamu sering memperbaiki berbagai peralatan jadi bisakah kamu melihatnya dulu saya yakin kamu pasti bisa memperbaikinya "

Desakan dan bujuk rayu kepala sekolah itu menggerakkan hatinya untuk mencobanya terlebih dahulu sesampai di sekolah SD chinjo torakusu disambut oleh banyak senyuman kegembiraan anak SD disana bahwa Sanya alat musik orgen mereka akan segera diperbaiki.

Kemudian kepala sekolah menunjukan alat musik organ milik sekolah mereka , agar tidak membuat anak SD dan kepala sekolah kecewa torakusu Yamaha pun mulai membuka alat musik tersebut ternyata kompenen dan cara kerjanya kurang lebih hampir sama dengan arlogi yang sering dia perbaiki yang mana masih menggunakan sistem mekanik sederhana malah masih terbilang lebih rumit sistem mekanik arlogi yang mana semua komponennya lebih kecil.

Hal itu membuat torakusu Yamaha berguma bahwa Sanya dia mampu membuat alat musik jika dapat membawanya kerumahnya sontak saja hal itu di dengar kepala sekolah membuat kepala sekolah tersebut kaget dan berkata bahwa alat musik tersebut dibeli dengan harga yang sangat mahal sebab harus memesannya dari luar negeri akan sangat bersyukur lagi jika ada produsen lokal yang mampu membuatnya sehingga tak perlu kesulitan memesan dan membelinya.

Walaupun sebenarnya kepala sekolah masih sedikit ragu dengan kemampuan torakusu Yamaha untuk memperbaiki apalagi untuk membuatnya akan tetapi alat musik itu pun pada dasarnya telah rusak jadi kepala sekolah memperbolehkan torakusu yamaha untuk membawanya kerumahnya.

Hal itu membuat torakusu Yamaha semakin bersemangat sebab ia baru mengetahui bahwa alat musik seperti piano , organ dan alat musik lainnya untuk mendapatkannya harus memesan dari luar negeri.

Jiwa samurai nya sedikit tertantang dengan semangat bushido yang merasa dilecehkan karena orang dari negaranya belum bisa membuat alat musik seperti itu dengan semangat yang menggebu-gebu torakusu Yamaha akhirnya berhasil membuatnya akan tetapi saat alat musik tersebut di uji oleh kepala sekolah chinjo suara dihasilkannya tidak sesuai dengan harapan kepala sekolah dapat dibilang suaranya sumbang.

Wajar saja hal itu terjadi sebab torakusu Yamaha memang tidak mengerti musik lalu kepala sekolah menyarankan kepada torakusu Yamaha untuk belajar musik terlebih dahulu sebab untuk membuat alat musik yang indah tidak cukup hanya memanfaatkan telinga saja.

torakusu yamaha pun mendengarkan saran kepala sekolah untuk belajar tentang musik dan hal apa saja yang membuat alat musik menghasilkan suara yang indah tak lupa ia pun membeli garpu tala sebab ia sadar untuk mensetting alat musik agar pas nadanya tidak cukup menggunakan telinga saja.

Pada akhirnya organ sekolahan tersebut pun selesai diperbaiki ditambah lagi ia juga membawa organ hasil ciptaanya ke sekolah chinjo saat itu jujur saja kepala sekolah masih ragu dengan hasilnya akan tetapi saat di uji cobanya ternyata kali ini menghasilkan suara musik yang bagus dan sempurna membuat pak kepala sekolah cukup terkejut dibuatnya.

Suara musik tersebut memberikan bahagia kepada seisi sekolahan membuat para siswa SD itu jadi berkerumun disana ingin mencoba alat musik tersebut hal itu membuat pak kepala sekolah melarang mereka sebab harga alat musik itu sangat mahal akan tetapi torakusu Yamaha mengatakan bahwa alat musik buatannya itu sangatlah murah dari pada alat musik impor Sehingga anak-anak dapat memainkannya tanpa harus cemas.

Dari sinilah torakusu Yamaha melihat peluang usaha yang sangat menjanjikan yaitu membuat alat musik untuk memenuhi kebutuhan alat musik murah di Jepang kala itu dengan membuka perusahaan Yamaha cikal bakal perusahaan raksasa dari jepang dengan logo perusahaan bergambar 3 garpu tala yang salaing menyilang hal itu untuk mengingat peristiwa ini.

Sejarah Yamaha membuat motor


Torakusu Yamaha akhirnya menutup usia pada umur 65 tahun tepatnya pada tanggal 8 Agustus tahun 1916 hal ini membuat banyak orang Jepang cukup bersedih atas peristiwa ini.

Walaupun torakusu telah wafat akan tetapi ia telah meninggalkan perusahaan yang keuangannya cukup baik dan terus berkembang.

Sehingga pada tahun 1940 dikala Jepang sedang berperang perusahaan Yamaha diminta pemerintah untuk menghentikan produksi alat musik dan membantu negara untuk membuat peralatan perang supaya dapat mendukung Jepang berperang kala itu.

Pada akhirnya perusahaan Yamaha membantu pemerintah Jepang untuk membuat Tanki bahan bakar , sayap kapal terbang , dan kebutuhan perang lainnya walaupun hal itu cukup sulit sebagai mana kita ketahui kala itu perusahaan Yamaha hanyalah perusahaan yang memproduksi alat musik.

Karena terdesak perusahaan Yamaha pun mau tak mau belajar untuk membuat barang-barang itu hal ini membuat keuangan perusahaan benar-benar jatuh dibuatnya.

Untung saja setelah perang usai pemerintah membuat aturan yang memihak pada perusahaan Yamaha yaitu pemerintah mewajibkan pendidikan musik bagi para pelajar di Jepang sebab musik dipercaya mampu meningkatkan konsentrasi serta kekompakan sehingga dapat belajar dengan cara yang menyenangkan hal ini membuat keuangan perusahaan Yamaha mulai membaik.

Pada tahun 1950an keuangan perusahaan Yamaha sangatlah baik sehingga membuat perusahaan Yamaha ingin meluaskan perusahaan dengan memproduksi barang selain alat musik saja.

Pada akhirnya Yamaha memutuskan untuk memproduksi sepeda motor yang mana saat itu perusahaan Yamaha melihat prospek yang sangat baik dibidang bisnis otomotif hal ini dikemukakan pada tanggal 7 november 1953 hal ini membuat banyak yang meragukannya sebab sepeda motor sangat jauh dari produksi inti perusahaan Yamaha yaitu memproduksi alat musik.

Tidak hanya pihak luar saja yang meragukan hal ini orang internal perusahaan pun cukup ragu dengan keputusan ini sebagaimana kita ketahui untuk memproduksi sepeda motor perlu modal yang besar, pengetahuan tentang otomotif yang masih kurang , serta strategi untuk mengatasi para pesaing usaha yang telah dulu terjun dibidang otomotif wajar saja membuat banyak yang meragukannya.

Namun presiden Yamaha kala itu Kenichi kawakami mengatakan " kami telah melihat di Eropa bahwa perkembangan pasar otomotif disana sangat baik ditambah lagi direktur teknik mengatakan dengan percaya diri mereka sanggup membuat sepeda motor keputusan ini kita buat dengan penuh pertimbangan yang matang "

Keputusan tersebut juga dipengaruhi dengan kebutuhan kayu berkualita yang mulai menipis untuk membuat alat musik membuat mereka mau tak mau harus beralih memproduksi hal yang lain dikemudian hari.

Dari segala pertimbangan itu akhirnya pada tahun 1954 perusahaan Yamaha meluncurkan sepeda motor pertamanya yaitu YA-1 nama ini diambil dari nama pendiri perusahaan Yamaha siapa lagi kalau bukan torakusu Yamaha sebagai perhomatan perusahaan yamaha.

Walaupun dalam pembuatan sepeda motor itu perusahaan Yamaha mendapati banyak kegagalan dari blok mesin yang retak , motor yang tahu mati , body motor yang jelek dan sebagainya.

Saat perilisannya pun sepeda motor Yamaha YA-1 banyak mendapati penolakan dari pihak Diler sebab mereka tidak ingin menjual motor tersebut karena mereka masih meragukan kualitas motor tersebut takut nama tokonya pun ikut jelek karenanya ditambah lagi harganya pun jauh lebih mahal dari harga sepeda motor dikelas 125 CC para pesaingnya.

Hal ini membuat Kenichi selaku presiden perusahaan Yamaha mendapat cemohoan ( bulian ) karena keputusan nya membuat sepeda motor Kenichi pun jadi stress dibuatnya.

Lalu Kenichi melihat sejarah perjuangan pak torakusu Yamaha dalam mendirikan perusahaan Yamaha membuat semangat tak mudah menyerahnya pun bangkit kembali akhirnya dia pun membuat strategi-strategi pemasaran agar motornya bisa laku seperti memberikan diskon, pelayanan yang baik , test Drive gratis , mengajak para pemilik toko diler motor makan bersama agar mau menjualkan motornya dan lain-lainnya.

Akhirnya kerja kerasnya membuahkan hasil sedikit demi sedikit motor yamaha YA-1 terjual habis sehingga motor tersebut mulai dikenal masyarakat dan juga mulai banyak Diler ingin menjual motor tersebut di toko diler motor mererka.

Dari sinilah sepeda motor buatan perusahaan Yamaha mulai berkembang sampai besar yang kualitasnya tak diragukan serta menjadi perusahaan raksasa otomotif seperti sekarang.