Obligasi : pengertian serta jenis obligasi - Navigasi info a -->
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Obligasi : pengertian serta jenis obligasi

Navigasi Info - Surat Pernyataan Hutang atau lebih dikenal dengan nama obligasi adalah merupakan instrumen investasi yang terdapat pada pasar modal bahwa Sanya sertifikat atau surat pernyataan hutang yang menyatakan perusahaan emiten berjanji kepada investor untuk meminjamkan uangnya yang kelak atas dana tersebut perusahaan akan membayarkannya berserta bunga yang telah di sepakati bersama.

Obligasi
Gambar obligasi


Dalam arti sederhana obligasi merupakan sebuah sertifikat hutang perusahaan yang berisikan kesepakatan kepada investor dengan kewajiban perusahaan membayar bunga secara rutin berserta pokok dana pinjaman yang disepakati kepada investor dalam arti lain obligasi adalah pinjaman dalam bentuk sekuritas.

Disini kita dapat suatu kesimpulan yang mana investor menjadi kreditur ( pihak pemberi pinjaman ) sedangkan perusahaan sebagai debitur ( pihak penerima pinjaman ) obligasi juga disebut kupon sebab para pemegang obligasi memegang kupon pinjaman perusahaan yang mana wajib untuk diberikan bunga dari pinjaman perusahaan tersebut.

Untuk masa pembayaran pinjaman biasanya dalam jangka waktu yang cukup panjang yaitu kisaran 10 tahun keatas untuk perusahaan melunasi semua pinjamannya tersebut selain itu obligasi dapat diperjual belikan oleh investor layaknya instrumen investasi lainnya.


walaupun sama-sama sekuritas saham dan obligasi mempunyai Perbedaan yang mencolok dari segi kepemilikannya yang mana obligasi hanya sebagai pemberi pinjaman saja kepada perusahaan sedangkan saham salah satu bukti Syah atas kepemilikan perusahaan tersebut.

Jenis-jenis obligasi


Sedangkan untuk jenis-jenis obligasi ada banyak yang mana dapat kalian baca langsung pada bahasan dibawah ini :

Obligasi suku bunga tetap


Obligasi suku bunga tetap adalah sebuah surat pernyataan hutang dengan kupon bunga yang tetap serta dibayar berkala sampai masa berlaku obligasi tersebut.

Obligasi suku bunga mengambang ( FRN )


Obligasi suku bunga mengambang atau lebih sering kita kenal dengan nama FRN ( Floating Rate Note ) adalah sebuah obligasi yang mana besaran suku bunga nya untuk naik maupun turun mengikuti indeks pasar uang seperti Euribor dan Libor .

Obligasi berimbal hasil tinggi ( Junk Bond )


Obligasi berimbal hasil tinggi atau lebih populernya di sebut Junk Bond adalah sebuah obligasi yang peringkatnya dibawah investasi peringkatnya sendiri di berikan oleh Lembaga peringkat kredit.

Dari keterangan diatas kita dapat melihat bahwa Sanya resiko obligasi berimbal hasil tinggi ( Junk Bond ) sangat lah tinggi walaupun demikian keuntungannya pun cukup tinggi sesuai dengan resikonya.

Obligasi tanpa bunga ( Zero coupon Bond )


Obligasi tanpa bunga adalah obligasi yang tidak memberikan investor bunga dari kepemilikan kupon hutang ( obligasi ) akan tetapi obligasi tanpa bunga akan memberikan potongan harga dari nilai per value sehingga pemegang obligasi akan mendapatkan pembayaran secara penuh dari pokok hutang pada saat jatuh tempo obligasi tersebut.

Obligasi inflasi 


Obligasi inflasi atau juga disebut Inflation Linked Bond merupakan sebuah obligasi yang mana nilai pokok hutang nya tergantung dengan inflasi sedang terjadi.

Walau nilai pokoknya berdasarkan inflasi obligasi inflasi sendiri memiliki suku bunga yang sangat rendah bahkan lebih rendah dari obligasi suku bunga tetap.

Kita selaku pemegang obligasi mendapatkan keuntungan yang cukup besar dari obligasi inflasi melalui nilai pokok dari obligasi inflasi itu sendiri yang mana selalu mengikuti kenaikan inflasi obligasi jenis ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1980 oleh pemerintah Inggris.

Obligasi indeks


Obligasi indeks adalah surat hutang yang berdasarkan ekuiti atau lebih dikenal dengan sebutan Equity Linked Note yang mana obligasi jenis ini mengacu pada indeks sebagai indikatornya seperti pendapatan , pertumbuhan , produksi domestik bruto dan lainnya.

Obligasi Subordinasi 


Obligasi subordinasi obligasi yang memiliki peringkat prioritas lebih rendah dibandingkan obligasi lainnya yang diterbitkan oleh penerbit dalam hal terjadinya likuidasi. Dalam hal terjadinya kepailitan maka ada hierarki dari para kreditur. Pertama adalah pembayaran dari likuitdator, kemudian pembayaran utang pajak, dan lain-lain. Pemegang obligasi yang pembayarannya diutamakan adalah obligasi yang memiliki tanggal penerbitan paling awal yang disebut obligasi senior, setelah obligasi ini dilunasi maka barulah pembayaran pelunasan obligasi subordinasi dilakukan. Oleh karena risikonya lebih tinggi maka obligasi subordinasi ini biasanya memiliki peringkat kredit lebih rendah daripada obligasi senior. Contoh utama dari obligasi subordinasi ini dapat ditemui pada obligasi yang diterbitkan oleh perbankan dan pada Efek Beragun Aset . Penerbitan yang berikutnya umumnya dilakukan dalam bentuk "tranches". Senior tranches dibayar terlebih dahulu dari tranches subordinasi.

Obligasi atas unjuk


Obligasi atas unjuk adalah sertifikat resmi tanpa nama pemegang di mana siapapun yang memegang obligasi tersebut dapat menuntut dilakukannya pembayaran atas obligasi yang dipegangnya tersebut. Biasanya juga obligasi ini diberi nomor urut dan didaftarkan guna menghindari pemalsuan namun dapat diperdagangkan seperti layaknya uang tunai. Obligasi ini amat berisiko terhadap kehilangan dan kecurian. Obligasi ini sering disalah gunakan untuk menghindari pengenaan pajak. Para perusahaan di Amerika menghentikan penerbitan obligasi atas unjuk ini sejak tahun 1982 dan secara resmi dilarang oleh otoritas perpajakan pada tahun 1983.

Obligasi tercatat


Obligasi tercatat adalah obligasi yang kepemilikannya ataupun peralihannya didaftarkan dan dicatat oleh penerbit atau oleh lembaga administrasi efek. Pembayaran bunga dan pembayaran pokok utang akan di transfer langsung kepada pemegang obligasi yang namanya tercatat.

Obligasi Daerah


Obligasi daerah atau di Amerika dikenal sebagai (municipal bond) adalah obligasi yang diterbitkan oleh negara bagian, teritorial, kota, pemerintahan setempat, ataupun lembaga-lembaganya. Bunga yang dibayarkan kepada pemegang obligasi sering kali tidak dikenakan pajak oleh negara bagian yang menerbitkan, namun obligasi daerah yang diterbitkan guna suatu tujuan tertentu tetap dikenakan pajak.

Obligasi tanpa warkat


Obligasi tanpa warkat atau lebih dikenal sebagai Book-entry bond adalah suatu obligasi yang tidak memiliki sertifikat, di mana mahalnya biaya pembuatan sertifikat serta kupon mengakibatkan timbulnya obligasi jenis ini. Obligasi ini menggunakan sistem elektronik terpadu yang mendukung penyelesaian transaksi efek secara pemindah bukuan di pasar modal.

Obligasi Efek Beragun Aset


Obligasi Efek Beragun Aset adalah obligasi yang pembayaran bunga dan pokok utangnya dijamin oleh acuan berupa arus kas yang diperoleh dari penghasilan aset. Contoh dari obligasi jenis ini adalah Efek beragun KPR (mortgage-backed security-MBS), collateralized mortgage obligation (CMOs) dan collateralized debt obligation (CDOs).

Obligasi Lotere


Obligasi lotere atau juga disebut Lottery bond adalah obligasi yang diterbitkan oleh suatu negara (biasanya negara-negara Eropa). Bunganya dibayar seperti tata cara pembayaran bunga pada obligasi suku bunga tetap tetapi penerbit obligasi akan menebus obligasi yang diterbitkannya secara acak pada waktu tertentu di mana penebusan atau pelunasan obligasi yang beruntung terpilih akan dilakukan dengan harga yang lebih tinggi daripada nilai yang tertera pada obligasi .

Obligasi perang 


Obligasi perang atau War bond adalah suatu obligasi yang diterbitkan oleh suatu negara guna membiayai perang.

Kelebihan dan kekurangan obligasi 


Sedangkan untuk kelebihan kekurangan dari obligasi sendiri antara lain sebagai berikut :

Kelebihan obligasi dapat kalian lihat data dibawah ini :

  1. Bunga yang besar sehingga keuntungan yang kita peroleh pun cukup besar
  2. Lebih aman tidak terlalu beresiko sebab telah terlindungi oleh undang-undang no 24 tahun 2002
  3. Keuntungan lebih terjamin
  4. Dapat diperjual belikan sehingga memperoleh keuntungan dari selisih harga jual dan beli.
  5. Mendapatkan bunga secara rutin dari kupon obligasi.

Kekurangan dari obligasi antara lain sebagai berikut :

  1. Untuk mencairkan memakan waktu lama sebab dalam surat perjanjiannya biasanya paling sebentar dapat dicairkan minimal 1 tahun , 5 tahun bahkan 10 tahun 
  2. Sangat tergantung dari ekonomi dan politik suatu negara sama hal dengan investasi forex
  3. Resiko tidak dapat dibayar si peminjam
  4. Resiko tingkat bunga
Itulah hasil bahasan mengenai obligasi semoga bermanfaat untuk kalian dan terima kasih telah berkunjung.