CERITA DAERAH KEDATON KAYUAGUNG - Navigasi info a -->
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

CERITA DAERAH KEDATON KAYUAGUNG

Navigasi Info - Aliran sungai Komering Kayuagung tidak pernah kering, dari jaman ribuan tahun yang lalu sampai sekarang ini, banyak penduduk yg bermukim sepanjang aliran sungai, dan yamg tinggal silih berganti dari masa ke masa, meninggalkan jejak berupa bekas tiang kayu rumah yang tertanam hampir puluhan meter kedalam tanah, dan banyak cerita kehidupan masa lalu dituturkan melalui turun temurun, dari generasi - kegenerasi tentang para leluhur Phuyang / Nek Mhuyang atau Dapunta yg pernah bermukim di sepanjang aliran sungai komering yang mangalir ke Sungai Musi dan juga cabang sungai mengalir kearah daerah Tulung Selapan sampai bermuara ke laut Bangka. Jadi sungai Komering memilki sejarah yang panjang dan salah satu aliran sungai dan bagian dari KEDATUAN ( KEDATON ) SRIWIJAYA, yang terkenal dengan RAJA ATAU DATU DAPUNTA HYANG SRI JAYA NAGA.

CERITA DAERAH KEDATON KAYUAGUNG
Arti kata Kedaton yang tersurat dan tesirat


yang tercatat di prasasti kedukan bukit bertahun 604 caka atau 682 masehi 1389 tahun yang lalu. Dalam tutur yang lain di kisahkan pada jaman Pra (Sebelum) kedatuan Sriwijaya ada tiga kerajaan yang di lebur(menyatu)menjadi satu.

Note : sejarah harus diberitakan

yang pertama Kerajaan LAWOUT ( laut )di pimpin oleh Raja Rangga lawout berada di daerah BUKIT BATU Pampangan Tulung Selapan sampai kekuasaannya di daerah Bangka, kerajaan kedua kerajaan DANAU meliputi daerah KOMERING PEDAMARAN KEDATON Kayuagung Dolompuing/bekas puing puing suatu bangunan(Lempuing) sampai mesuji lampung yang ketiga kerajaan Pagar Alam LAHAT gunung Dempo, ketiga kerajaan melebur menjadi menjadi satu yang di pimpin oleh RAJA RANGGA LAUT melalui perkawinan.

Daerah yang di aliri sungai Komering salah satunya daerah KAYUAGUNG Ogan Komering Ilir, yang di kenal saat ini adalah MORGESIWE, salah satu dusun atau kelurahan yang paling TUA dan sejaman dengan KEDATUAN SRIWIJAYA adalah KEDATON.

Karena KEDATON atau Ke datu n adalah mempunyai arti yang oleh saudara kita lampung kajian bahasa rumpun lampung Joni Sepriyan Rz , selawok , bang Semendawai dan pencinta budaya rumpun pesagi dan seminung adalah Kedatun, kedaton, kedatuan, keratun, keraton, keratuan.

Dalam Makna kata benda Menunjukkan benda dan tempat /kawasan yang terlingkup dalam seputaran makna utuhnya.

Dalam makna kata sifat Semua yang bersifat/di lingkupi sifatnya datu/ratu Dalam makna kata kerja semua tindakan / perbuatan yang terlingkup di dalam makna ratu / datu Seperti kerja kepemimpinan dst.

Jadi dapat di simpulkan kedatun atau kedaton adalah suatu tempat kawasan yang bermukim atau di pimpin oleh seorang DATU atau RATU.

Sedangkan nama - nama daerah yang bernama KEDATON adalah sebagai berikut :

  • Kedaton antara Minanga - Betung, OKUT (Jolma Kumoring) 
  • Kedaton Bandar Lampung. 
  • Kedaton, Wayhandak (Kalianda) 
  • Kedaton Batang Hari Nuban, Lampung Timur Kedaton, Kasui, Waykanan.
  • Kedaton (Cimanuk), Waylima Pesawaran.
  • Tanjung Kedaton, Banding Agung, (Jelma Ranau) 
  • Kedaton, Peninjauan Raya, OKU (Jelma Daya) 
  • Kedaton, Kayu Agung, OKI (Jime Owam).

Untuk daerah Kedaton Kayuagung sendiri secara geografi sangat strategis letaknya karena terletak di jalur antara aliran sungai Komering yang datang dari Uluan Komering Minanga daerah berkumpulnya bala tentara Sriwijaya (teori Agung Arlan) dan Iliran dari daerah laut Bangka Tulung Selapan Air Sugihan (tempat harta penemuan peninggalan Sriwijaya) dan Palembang.

Konon dahulu menurut petunjuk seorang hamba Allah yang mumpuni, bahwa daerah Kedaton dahulu juga di sebut daerah Pesisir yang terletak antara daerah Tanjung Mayang yang sekarang jadi kebun sawit terkenal dengan keramat Tanjung Mayang sampai daerah Sri Hyang Kuning dan perumahan seribu dan sekitarnya disebut pesisir karena posisinya lebih tinggi dari sekitarnya, jika di gali daerah tersebut ada peninggalan semacam bukti suatu kerajaan yang pernah berkuasa. Salah satu peninggalan dari jaman dahulu di daerah Kayuagung Morgesiwe umumnya dan daerah Kedaton khususnya yaitu pembuatan gerabah, semacam alat alat rumah tangga dari tanah liat, Tungku atau alat untuk memasak (Kowan), gentong, singkup (semacam alat untuk menghangatkan atau me Manas kan Kue) dan lain lain.

Juga peninggalan BIDUK KAJANG RANGKAP (BIDUK HUWANG) sisa peninggalan PERAHU SRIWIJAYA, yang menjadi Ikon Daerah KAYUAGUNG Penduduk awal juga identik dengan manusia Suku Laut dengan manusia perahunya. Selanjutnya secara arkeologis ada suatu Makam leluhur seorang Dapunta yang biasa di sebut SRI HYANG KUNING, dan tokoh tokoh masa yang berbeda seperti Depati Minak Sakti atau Depati Minak Ratu atau Raden Wangsa saudara TUAN Diikat Jua Jua, ada lagi masa yg berganti NEK HOLANG atau Elang Angkasa, ada lagi PUTRI RAMBUT EMAS dan KERAMAT.

TUAN HAJI SHOLEH dan juga Keramat Alam Jaya. Begitu juga Kisah Suatu negeri yang hilang Yaitu Negori SILOP di daerah KEDATON sampai daerah DOLOMPUING (bekas puing puing) atau Lempuing, konon dari cerita seorang wali Haji Syahri bahwa penduduk Asli KAYUAGUNG dahulunya sudah masuk kedalam negeri SILOP, itulah penduduk yang terdahulu mendiami daerah MORGE SIWE KATUAGUNG.

Note : ini hanya sekedar opini jika dapat membenarkan silahkan hubungi kami pada link dibawah ini.

Contak kami