Istilah-istilah dalam Trading Saham yang harus kalian pahami - Navigasi info -->
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Istilah-istilah dalam Trading Saham yang harus kalian pahami

Navigasi Info - dalam tranding saham terdapat banyak istilah-istilah teknis yang terkadang tidak dapat dipahami oleh para peserta trander baru yang mana dapat dibilang sangat awam dan jarang di dengar oleh mereka.

Istilah-istilah dalam Trading Saham yang harus kalian pahami



Hal tersebut terkadang mengalami Miss komunikasi pada kedua belah pihak di dalam komunitas pemain saham dan para pakar analis saham sehingga mengalami kerugian di sebabkan tidak mengerti yang di rekomendasikan oleh mereka.


Istilah-istilah dalam tranding saham


Oleh sebab itu kali ini kita akan mengulasnya bersama-sama pada artikel berikut ini yang mana telah kita rangkum dari berbagai sumber dan pengalaman pribadi yang mana sebagai berikut :

Buy


Buy atau jika dalam bahasa Indonesia yang berarti membeli di sini jika pakar analis saham menyarankan untuk buy berarti kita sedang di rekomendasikan untuk membeli saham dengan harga tertentu yang mana di harapkan ada pertumbuhan harga darinya.

Sell


Sell yang mana di ambil dari bahasa Inggris yang berarti menjual sedangkan bila dalam dunia tranding saham ini memberi tahu atau menyarakan untuk kalian menjual saham yang sedang kalian miliki dimana saham tersebut berpeluang turun harga yang mengakibatkan kalian akan merugi nantinya.

Hold 


Hold atau bertahan yang mana kalian di saran kan untuk menyimpan atau menahan saham yang kalian pegang untuk jangan di jual atau jika kalian tidak memegang saham dalam artian sedang mengincar saham yang ingin kalian beli berarti kalian disarankan untuk menunggu hingga harga saham tersebut turun.

Wait and see


Jika kalian di sarankan untuk wait and see itu berarti kalian sedang diharapkan untuk memantau pergerakan naik turun harga saham terlebih dahulu tanpa melakukan transaksi apa pun baik itu menjual maupun membeli.

Netral 


Netral dimana si pemberi saran ( manager tranding atau broker ) sedang tidak dapat memprediksi pergerakan harga saham dan belum bisa memberikan keputusan untuk menjual saham kalian miliki ataupun untuk membeli saham yang sedang kalian incar.

Buy On Weakness ( BOW )


Buy on weaknes adalah sebuah tindakan yang di sarankan untuk wait and see ( memantau ) terlebih dahulu hingga harga saham yang akan kalian beli atau incar sampai harga saham tersebut turun.

Dan biasanya saran buy on weaknes di tujukan pada suatu saham yang berpotensi akan turun sangat besar dan kemudian hari akan berpeluang naik harga sehingga akan memperoleh keuntungan dari selisih harga tersebut.


Speculative Buy


Kondisi ini terjadi ketika analis menilai bahwa saham sudah berada di titik support, namun masih ada 2 kemungkinan yaitu: Saham akan technical rebound atau lanjut turun dibawah supportnya. Ini adalah rekomendasi beli yang bersifat spekulatif, karena anda akan menghadapi risiko saham akan turun lebih lanjut. Rekomendasi ini cocok untuk trader risk taker.

Trading buy


Kondisi ini terjadi saat analis menilai bahwa saham masih punya potensi melanjutkan kenaikan, namun terbatas.

Anda disarankan untuk membeli saham di harga resisten tertentu, karena saham tersebut memiliki potensi melanjutkan kenaikan dalam jangka pendek. Namun, anda harus memperhatikan titik2 resisten terdekatnya yang disarankan analis untuk take profit.

Strong buy


Kondisi ini digunakan ketika analis yakin bahwa suatu saham memiliki potensi naik yang signifikan dalam jangka waktu yang lebih pendek. Strong buy berbeda dengan buy. Pada strong buy, analis memprediksi bahwa saham tersebut bisa naik lebih signifikan dalam jangka waktu lebih cepat. Pada kondisi ini,anda disarankan membeli saham yang direkomendasikan.

Strong sell


Kondisi ini digunakan saat anlis yakin bahwa saham memiliki potensi turun yang signifikan dalam jangka waktu lebih pendek. Anda disarankan untuk menjual (sell)

Buy on breakout (BOB)


Anda disarankan untuk membeli saham ketika harga saham berhasil menembus titik resisten tertentu alias breakout, karena analis memprediksi bahwa saham yang menembus garis resisten akan berpotensi untuk melanjutkan kenaikan

Sell on strengh (SOS)


Harga saham menyentuh dan menguji garis resisten, serta mulai berat untuk naik (mulai disertai aksi jual di titik resisten). Anda disarankan menjual saham pada titik resisten yang disarankan.

Akumulasi / add


Anda disarankan untuk membeli saham secara bertahap (tidak langsung sekali beli dengan full modal)

Distribusi / reduce


Anda disarankan untuk menjual bertahap / mengurangi kepemilikan saham anda

Overvalued / overweight


Istilah analis / broker untuk memberikan nilai valuasi suatu saham yang berada diatas rata-rata industrinya. Artinya, secara valuasi saham tersebut sudah cenderung tinggi / mahal.

Undervalued / underweight


Istilah analis / broker untuk memberikan nilai valuasi suatu saham yang berada dibawah rata-rata industrinya. Artinya, secara valuasi saham tersebut masih cenderung murah. Analisa yang dipakai untuk melihat valuasi saham pada umumnya adalah Price Earning Ratio (PER) atau Price to Book Value (PBV).

Itulah istilah-istilah dalam saham yang sering digunakan dalam rekomendasi saham baik oleh analis saham maupun broker. Ketika membaca istilah-istilah di rekomendasi yang anda sering dengar namun anda masih merasa asing, anda bisa baca kembali pos ini.