Sejarah Perusahaan Honda menarik untuk di simak - Navigasi info a -->
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah Perusahaan Honda menarik untuk di simak

Navigasi Info - siapa sih yang ga kenal dengan perusahan besar otomotif dari negara matahari ( Jepang ) yang mana telah banyak mengeluarkan produk otomotif dengan berkualitas baik untuk motor maupun mobil yang tak usah diragukan.

Sejarah Perusahaan Honda menarik untuk di simak
Sejarah Perusahaan Honda menarik untuk di simak


Di Indonesia sendiri kendaraan bermerk honda baik kendara roda 2 ( motor ) atau roda 4 ( mobil ) sudah sangat familiar di kita selain kualitasnya bagus sparepart nya lebih mudah di dapat dibandingkan produk otomotif kendaraan merk lain.

Oleh sebab itu di rubik otomotif kali ini akan sangat menarik sekali jikalau kita membahas sejarah terbentuknya perusahaan raksasa otomotif dari Jepang yaitu Honda.

Cerita perjalanan hidup Soichiro Honda 


Perusahaan Honda tak lepas dari sosok seorang Soichiro Honda sebagai founder pendiri perusahaan Honda tersebut dalam perjalanannya Soichiro Honda kerap kali mengalami banyak kegagalan salah satu contoh Soichiro Honda tidak dapat bisa menyelesaikan pendidikan formalnya saat masa kuliah , ekonomi yang memprihatinkan serta kesehatannya juga kurang baik tak jarang kerap mengalami sakit.



Walau demikian Soichiro Honda tak pernah menyerah dalam segala kegagalannya tersebut dia dapat selalu bangkit di setiap kegagalannya demi mencapai tujuan dan impiannya.


Dalam dunia pendidikan Soichiro Honda bukanlah sosok seorang yang jenius sebab sering kali mendapatkan nilai yang buruk sehingga dia lebih suka memilih bangku di belakang kelas yang jarang dilihat para guru.

Walau pendidikannya terbilang kurang bagus Soichiro Honda memiliki hobi dan antusias terhadap teknologi terutama bidang mesin mungkin hal tersebut terpengaruh dari sosok ayah Soichiro Honda itu sendiri yang mana sang ayah seorang mekanik bengkel mesin dan alat pertanian di sebuah desa distrik shizuko di kawasan Jepang bagian tengah sebagai tempat kampung halaman Soichiro Honda.

Soichiro Honda dilahirkan pada tanggal 17 November 1906 di shizuko pada masa kecilnya di workshop mesin pertanian ayahnya Soichiro Honda.

Soichiro Honda senang sekali mengamati dan memperbaiki mesin diesel yang ada pada alat dan mesin pertanian yang mana sebagai penggerak mesin tersebut dapat di lihat minat Soichiro Honda sudah terlihat sejak kecil terlebih lagi pada usia 8 tahun Honda dia sering mengayuh sepedanya sejauh 8 mil demi menyaksikan pesawat terbang yang dekat rumahnya.

Kemampuan dari minatnya tersebut mulai terlihat saat Soichiro Honda berusia 12 tahun di umurnya segitu dia sudah mampu menciptakan sepeda pancal dengan model rem kaki pada saat itu ia masih belum memiliki cita-cita menjadi seorang pengusaha otomotif Soichiro Honda menyadari kondisi ekonomi keluarganya jauh dari kecukupan dan juga tubuh fisiknya sering sakit-sakitan membuat dia tak punya mimpi tersebut.

Awal mula Soichiro Honda berkarir


Pada usia 15 tahun Soichiro Honda mulai merantau ke kota untuk mencari pekerjaan dan akhirnya dia mendapatkan pekerjaan di perusahaan  Hart shokai company dengan pimpinannya yang bernama saka kibara.

Saka kibara Selaku pimpinan Soichiro Honda sangat senang melihat hasil kerja dari Soichiro Honda saat berada di perusahaan Hart shokai company sebab dalam berkerja Honda sangat sigap , teliti dan cekatan dalam mengatasi dalam soal mesin.

Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja disitu, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan membuka kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya.


Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif.

Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya luar biasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda menandatangani patennya yang pertama.

Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang dipilih?


Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Piston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel.

Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah, ia langsung ke bengkel, mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah.

“Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya, ” ujar Honda, yang gandrung balap mobil. Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijasah, melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan.

Awal mula berdirinya Perusahaan Honda


Berkat kerja kerasnya, desain Ring Piston Honda diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Namun malang, niatnya itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang, setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali.

Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring Pistonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.


Akhirnya, tahun 1947, setelah perang Jepang kekurangan bensin. Di sini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda. Siapa sangka, “sepeda motor” cikal bakal lahirnya mobil Honda itu diminati oleh para tetangga.


Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok. Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut mobilnya, menjadi “raja” jalanan dunia.

Bagi Honda, janganlah melihat keberhasilannya dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. “Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya”, tuturnya. Ia memberikan petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi, mimpi kan lah mimpi baru.


Kisah Soichiro Honda ini, adalah contoh bahwa Suskes itu bisa diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun berasal dari keluarga miskin.
.