2 Strategi Trading Cepat yang Wajib di Ketahui - Navigasi info a -->
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

2 Strategi Trading Cepat yang Wajib di Ketahui

Navigasi Info - trading merupakan aktifitas jual beli instrumen invetasi yang bertujuan mencari profit atau cuan yang mana setiap transaksinya penuh resiko sehingga kita memerlukan taktik atau strategi dalam melakukan aktifitas trading tersebut.

Strategi yang tepat untuk transaksi trading cepat
Strategi yang tepat untuk transaksi trading cepat


Terlebih lagi jika kalian memanglah seorang trading yang menyukai tantangan dan hobi berspekulasi yang mana sering melakukan cara trading yang cepat baik itu dalam melakukan trading bitcoin , forex dan saham sudah pasti kalian harus mempunyai beberapa strategi trading untuk bertransaksi instrumen investasi tersebut agar tidak mendapatkan loss ( rugi ) dalam aktifitas trading.

Jika kalian suka melakukan trading cepat khususnya untuk mendapatkan profit harian sebagai mana kita ketahui bahwa sanya trading cepat sendiri mempunyai dua strategi trading yaitu Intraday trading dan Scalping trading walaupun keduanya sama-sama strategi trading cara cepat akan tetapi ada perbedaan yang signifikan antara kedua strategi tersebut baik untuk Intraday dan Scalping trading.

Perbedaan Strategi Trading Intraday dan Scalping


Oleh sebab itu kita akan membahasnya bersama-sama mengenai dua strategi trading cepat ini sehingga kalian dapat memakainya sesuai kebutuhan dan karakter kalian saat trading yang mana kita telah merangkumnya dari berbagai sumber yang mana sebagai berikut :

Strategi Trading Scalping 


Untuk bahasan pertama kita akan mengulas mengenai strategi trading Scalping merupakan strategi trading dengan jangka waktu ( Time Frame ) yang paling singkat dimana jangka waktu transaksinya kisaran waktu 1 menit , 5 menit , 10 menit , 15 menit , 30 menit bahkan 1 jam transaksi jual beli instrumen investasi dengan cara ini yang mana hanya dalam hitungan menit dinamakan strategi trading Scalping.

Pasti ada pertanyaan besar bagi kalian apakah dalam jangka waktu sesingkat itu ada perubahan selisih harga di dalam transaksi tersebut sehingga dapat memperoleh profit ( keuntungan dari selisih harga ) dalam hal ini kita harus mengetahui instrumen investasi seperti cryptocoin , mata uang asing ( forex ) , dan saham-saham yang potensial akan naik dalam waktu singkat.

Dalam hal ini sudah pasti di perlukan analisa yang tepat dan tahu akan momentum perubahan harga instrumen investasi tersebut sudah pasti yang melakukan strategi trading scalping kebanyakan para pelaku trading yang sudah pro atau sudah matang dalam menganalisa grafis maupun pasar instrumen investasi tersebut.

Dan juga dalam manajemen profit atau loss biasanya tidak lebih dari 5 - 10 % dari selisih harga beli maupun jual dalam arti lain jangan terlalu serakah mencari profit yang besar dan siap melakukan cut loss jika perlu dilakukan strategi trading Scalping sangat tidak kita sarankan untuk para pelaku trading amatir setidak-tidaknya sudah tahu mengetahui cara menganalisa grafis harga.

Strategi Trading Intraday 


Selanjutnya kita akan membahas mengenai strategi trading Intraday yang mana paling populer dilakukan banyak orang tak terkecuali orang awam sekalipun dapat mencoba strategi trading Intraday ini.

Dalam arti harfiah trading Intraday adalah suatu tindakan perdagangan yang di lakukan dalam jarak waktu ( time frame ) harian yang mana jangka waktu transaksinya dari 1 hari sampai 3 harian trading.

Dapat kita simpulkan strategi trading Intraday maupun Scalping sama-sama strategi trading yang membutuhkan waktu singkat saat transaksinya walau demikian perbedaan yang paling mencolok ialah penggunaan dan penerapan analisa grafik dan momentum pasarnya tidak sesulit dan sematang jika dibandingkan dengan strategi trading Scalping.

Walaupun kita masih harus memilih saham , cryptocoin maupun mata uang asing yang mempunyai potensi akan tetapi tidak dengan cara extreim atau beresiko tinggi seperti trading Scalping dapat dibilang lebih aman.

Analisa untuk intraday trading juga berbeda dengan scalping. Pada strategi intraday trading, anda harus memilih saham-saham yang likuid, saham-saham yang memiliki fluktuatif stabil, dan mudah naik dalam jangka waktu harian. 

Artinya, intraday trading dilakukan dengan memilih saham-saham non-gorengan (saham blue chip ataupun saham-saham second liner).

Intraday trading harus dilakukan dengan menganalisa saham dengan analisa teknikal, analisa tape reading dan kombinasi analisa momentum. Berdasarkan pengalaman saya, memilih saham untuk intraday trading cenderung lebih mudah ketimbang scalping, karena dalam intraday, anda bisa mengurangi risiko memilih saham-saham yang terlalu volatil. 

Dan juga dalam manajemen profit atau loss biasanya tidak lebih dari 5 - 10 % dari selisih harga beli maupun jual dalam arti lain jangan terlalu serakah mencari profit yang besar dan siap melakukan cut loss jika perlu dilakukan dapat dibilang Intraday dan Scalping perbedaan yang paling mendasarnya di resiko dan waktu proses transaksinya.

Itulah beberapa hal mengenai strategi trading Intraday dan Scalping semoga membantu kalian dan terima kasih telah berkunjung diblog kami.