Indonesia akan membentuk bursa Cryptocoin ( bitcoin ) - Navigasi info a -->
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Indonesia akan membentuk bursa Cryptocoin ( bitcoin )

Navigasi Info - cryptocoin seperti bitcoin , ethereum , dogecoin dan Altcoin lainnya sekarang semakin populer dan digemari banyak orang untuk berinvestasi di dalamnya serta hal ini pun di respon positif oleh pemerintah Indonesia.

Indonesia akan membentuk bursa Cryptocoin ( bitcoin )
Indonesia akan membentuk bursa Cryptocoin ( bitcoin )


Yang mana Menteri perdagangan Republik Indonesia yaitu Muhammad Lutfi berencana akan membuka bursa khusus cryptocoin pada akhir tahun yang bertujuan untuk terciptanya pengawasan mengenai investasi mata uang digital seperti bitcoin dan kawan-kawannya.

Hal ini di sampaikan oleh wakil menteri perdagangan yaitu Jerry Sambuaga : "Soal kripto, di akhir tahun paling lambat akan dibentuk bursa kripto" ucapnya dalam rapat kerja menteri perdagangan bersama komisi IV DPR RI pada hari Senin tanggal 31 Mei 2021 yang lalu di channel YouTube DPR RI.

Jerry Sambuaga selaku wakil menteri perdagangan mempunyai pandangan dengan adanya bursa perdagangan kripto di dalam negeri kita dapat meningkatkan jumlah transaksi investasi bitcoin dan altcoin lainnya yang dilakukan di dalam negeri kita dan juga jika kita berhasil membuat bursa kripto akhir tahun ini maka Indonesia menjadi negara pertama yang mengatur bursa kripto di dunia.

Hal ini di pertegas dengan pernyataan wakil menteri perdagangan Jerry Sambuaga "Memang di akhir tahun ini paling lambat akan dibentuk bursa. Kita juga juga berpandangan bahwa sirkulasi dan arus crypto harus banyak di dalam negeri ketimbang harus di luar negeri," Ia menjelaskan, saat ini transaksi mata uang digital itu di Indonesia sudah mencapai Rp 1,7 triliun per hari. Menurut Jerry, fakta itu bisa menjadi sumber pemasukan negara.


Dalam implementasinya, bursa kripto nanti akan diatur dalam Badan Pengawas Perdagangan Berjangka (Bappepti). Karena bentuknya kripto ini masuk dalam aset komoditas, bukan mata uang atau nilai tukar.



"Banyak yang bilang aset kripto ini bisa dijadikan mata uang. Itu tidak. Karena sesuai UU yang berlaku mata uang atau nilai tukar kita itu rupiah. Oleh karena itu, pusat pengaturannya di Bappebti. Kita ketahui pasar uang BI, pasar modal OJK, ini kripto di Bappepti," jelasnya.

Lebih lanjut, politikus Partai Golongan Karya itu mengaku bangga lantaran sudah banyak komunitas kripto di dalam negeri.