Legenda WADU LOPI SEJARAH Kerajaan DOMPU di NTB - Navigasi info a -->
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Legenda WADU LOPI SEJARAH Kerajaan DOMPU di NTB

Navigasi Info - Wadu Lopi di pantai Riang Ria, menurut sahibul hikayat ialah perahu yang dipakai oleh seorang putra raja yang datang dari negeri antah berantah, ialah putra raja TULANG BAWANG-dari bukit Si Guntang, Sumatra, yang datang mencari pelabuhan yang menghadap ke arah terbitnya matahari, TELUK CEMPI. Perahunya dihempaskan gelombang ke darat yang lama kelamaan menjadi batu. Dia tidak dapat kembali, akhirnya tinggal di Dompu. Setelah lama bermukim di Dompu, kemudian menikah dengan putri sang Kula, raja oertama Dompu (Israil M. Saleh, 1985).

Inilah Cerita rakyat Dompu tentang awal mula Kerajaan Dompu.

Pertanyaannya di manakah kerajaan Tulang Bawang itu. ?

Kerajaan Tulang Bawang adalah salah satu kerajaan yang pernah berdiri di Lampung. Kerajaan ini berlokasi si selatan kabupaten Tulang Bawang, Lampung sekarang.

Seorang Musafir Tiongkok yang pernah mengunjungi Nusantara pada abad VII, yaitu I Tsing, yang merupakan peziarah Budha, dalam catatannya mengatakan pernah singgah di To-Lang-P'o-Hwang ('Tulang Bawang'). Kerajaan Tulang Bawang pernah mengalami kejayaan pada abad ke VII.

Informasi ini menunjukkan adanya benang merah ttg sekitar awal-awal berdirinya kerajaan Dompu, sekitar abad ke VII.

Putra raja Tulang Bawang, yang terekam dalam Cerita rakyat Legenda Wadu Lopi adalah Raja ke II Dompu.

REKONSTRUKSI SEJARAH DOMPU


"Meskipun Dompu memmpunyai sejarah lebih tua dibanding Bima/Sumbawa", tulis Prof. Helius Syamsuddin dalam buku MEMORI PULAU SUMBAWA, 2015, kendati ketuaannya dapat diketahui dari sumber luar, ironisnya Dompu tidak meninggalkan sumber sejarah yang cukup banyak dibanding Bima dan Sumbawa.

Untuk merekonstruksi sejarah masyarakat Dompu terutama fase-fase awalnya, sejarawan harus melakukan semacam pekerjaan arkeolog yang melakukan ekskavasi, "IBARAT MENEMUKAN PECAHAN PORSELIN TAK UTUH DALAM LAPISAN TANAH TERTENTU, LALU MENCOBA MEREKATNYA SATU SAMA LAIN DALAM USAHA MEREKONSTRUKSI KEMBALI PECAHAN DENGAN MEMBIARKAN SAJA SEMPALAN YANG HILANG TAK TERISI, AKHIRNYA MENJADI SESUATU YANG KIRA-KIRA DAPAT DISEBUT PORSELIN. SETELAH ITU DISUSUN SEMACAM TEORI ATAU HIPOTESIS, MENGENAI KAPAN DAN DI MANA ASAL USULNYA, BAGAIMANA SEBARANNYA, PENGGUNAANNYA, ATAU KEPEMILIKANNYA.

Buku Memori Pulau Sumbawa dicetak tahun 2015.

Alhamdulillah beberapa tahun kemudian, berkat kegigihan pak Lurah Kandai Dedy Kansa dan segenap genk Makkadana, turunlah anugerah EKSKAVASI Balai Arekeologi Bali, untuk merekonstruksi sejarah Dompu, bahkan dari era prasejarahnya.

Akhirnya, sejarah Dompu yang sebenarnya TERAWAT LUAR BIASA oleh tuturan masyarakat dari generasi ke generasinya itu, TELAH DIBUKUKAN oleh KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN, dan berdasarkan hasil riset.