JAWA ATAU MELAYU ? Siapakah lebih mendominasi? - Navigasi info a -->
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

JAWA ATAU MELAYU ? Siapakah lebih mendominasi?

Navigasi Info - Berbicara soal peradaban Nusantara, tidak bisa dilepaskan dari kedua peradaban suku bangsa Nusantara ini! Mengapa..? Karena memang kedua suku bangsa ini sedari dulu saling bertukar kuasa satu sama lain. Melayu berbangga dengan bahasanya yg tersebar ke seluruh rantau Nusantara dan menjadi bahasa perantara ( Lingua Franca ) mulai dari abad ke 7 Masehi - Present. 

JAWA ATAU MELAYU? Siapakah lebih mendominasi?


Manakala Jawa memiliki kebanggaan dengan manusianya yang tersebar keseluruhan Nusantara, tidak dinafikan memang suku Jawa adalah suku perantau dan pengembara yang ulung serta hebat, Hampir setiap Jengkal tanah Nusantara akan mudah kita temui suku Jawa ini. 

Karena budaya pengembaraan dan jumlah populasinya yg besar ini hingga menjadikan mereka sebagai mayoritas penduduk di Nusantara. Penduduk Jawa (Indonesia) saja kurang lebih 95,2 Juta Jiwa ( berdasarkan sensus BPS 2010 ). Belum lagi penduduk Jawa di luar Indonesia atau Diaspora Jawa di tanah rantau yang sudah migrasi dari kurun waktu tertentu hingga sekarang ke seluruh Nusantara bahkan hingga ke Dunia Internasional. 

Diaspora Jawa menyebar sejak Zaman dulu kala mulai dari Malaysia (Semenanjung dan Utara Borneo), Temasik/Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Filipina, Timor Leste, Kamboja, New Caledonia (Pasific Islands), Sampai ke tanah Amerika Latin yaitu Suriname. Setelah Indonesia merdeka Suku Jawa malah lebih gila lagi budaya rantau mereka!. 

Hampir seluruh dunia bisa kita jumpai komunitas mereka mulai dari menjadi para pekerja, mahasiswa ataupun para ilmuan dan tokoh berpengaruh Jawa lainya yg berjaya dalam pentas antar Bangsa. mulai dari : 

Belanda, Jerman, Inggris, Perancis, Sepanyol, hingga Jazirah Arab seperti Saudi Arabia, UAE, Mesir, Maroko, Turki. Belum lagi di Asia Timur Seperti China, Jepang, Korea, Taiwan, Hongkong dan Macau. Australia dan New Zealand pun ramai menjadi tempat favorit bangsa ini mencari rezeki malah hingga di negara adikuasa Amerika serikat pun akan kita temui orang-orang Jawa ini. Wow Hebat bukan jiwa rantau dan petarung Suku ini!

Lalu bagaimana dengan Melayu? Melayu pun sama hebatnya. Seperti yg sudah kita bahas di awal, bahasa Melayu sudah menjadi Lingua Franca di Nusantara bahkan dunia sejak abad/kurun 7 Masehi hingga 17 Masehi. 

Bahasa Melayu menapaki kejayaannya tertingginya ketika kurun 14-17 Masehi karena bahasa ini menjadi bahasa penghubung sekaligus bahasa perdagangan Internasional ketika itu, Sampai sekarang bahasa Melayu masih dituturkan dan menjadi bahasa penghubung di Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, hingga selatan Thailand. Selain itu juga bahasa penutur Melayu modern ini juga tersebar melalui penjajahan bangsa Barat (Eropa) mulai dari Srilanka, Afrika Selatan, Cocos dan Christmas Island (Australia) hingga ke Jazirah Arab. Karena efek perdagangan masa lampau dan lokasi dari pulau Sumatera dan semenanjung Malaya yg dilalui oleh jalur perdagangan internasional membuat bahasa Melayu mudah tersebar dan memiliki pengaruh yg kuat di Nusantara ini.

Ok... Kita flashback ke Era masa Kerajaan/Kesultanan di Nusantara pada masa dulu! Kedua suku bangsa ini pun saling bertukar kuasa dan pengaruhnya di rantau Nusantara bahkan Asia tenggara. Julukan Nusantara sendiri berasal dari Jawa yg berarti Nusa (pulau) Antara (diantara) yg berarti diantara gugusan pulau-pulau. Orang Melayu berjaya membuat suatu peradapan besar dan kerajaan Agung yang termasyur dimasa lampau seperti Sriwijaya, Dharmasraya, Pagaruyung, Melaka, Samudera Pasai, Kesultanan Aceh, dan Kesultanan Johor-Riau. 

Manakala Jawa berjaya membuat Empire besar seperti Holing / Kalingga, Singosari, Kediri, Mataram/Medang, Majapahit, dan Kesultanan Demak yang masyur dan memiliki pengaruh kuat di Nusantara hingga kini dengan memberi peninggalan yg agung bagi Nusantara dan dapat kita saksikan hingga saat ini seperti Candi Borobudur yg merupakan bangunan peribadatan Budha terbesar di dunia, Candi Prambanan, Candi Plaosan dan ratusan Candi Hindu-Budha lainya di tanah Jawa yang menjadi bukti kejayaan kaum jawa dimasa lampau. 

Uniknya, Melayu suku bangsa besar tapi gagal dan tak berjaya menaklukan Indochina yg merupakan kawasan terdekat dari suku ini, mereka kalah masyur dengan Angkor/Khmer Empire, Sukhothai, Dai Viet, atau Tonggo yang berada di tanah besar Indochina. 

Mereka hanya berjaya memberikan pengaruhnya kepada Champa yang kini telah hilang dari peta dunia, sehingga dapat kita juluki Melayu ini hanya kuat di Sumatera, Semenanjung Malaya, dan sebagian kecil Kalimantan barat. Manakala Jawa dengan Peradaban besarnya tak pernah berjaya menaklukan Tetangga satu pulau nya sendiri yg berhimpitan langsung dengan berbagai empire besar Jawa lainya yaitu Sunda yg sebetulnya merupakan kuasa kecil di rantau ini. 

berkali-kali Jawa gagal menaklukkan tanah Sunda yang memiliki peradaban jauh lebih tua darinya yaitu Salakanagara hingga era Tarumanagara, Jawa berhasil memberikan pengaruh terhadap Sunda ketika era pengislaman Tanah Sunda oleh kekuasaan Kesultanan Demak, itupun tak semua berjaya karena Cirebon dan Banten jauh lebih berpengaruh untuk tanah ini.

Jawa dan Melayu ini layaknya USA dan China dimasa kini. Mereka merupakan kuasa besar dan pemimpin dunia ulung atau merupakan sebagai super power yg mengontrol Dunia melalui berbagai aspek di PBB/UN. Kembali ke Jawa-Melayu, keduanya sejak dulu kala merupakan bangsa penakluk di Nusantara. Jawa dan Melayu sampai sekarang ini masih menjadi pionir dan pemain utama di Nusantara. Kedua suku ini disukai sekaligus dibenci oleh suku bangsa Nusantara lainya! Bagaimana tak dibenci? Pengaruh dari kedua suku bangsa ini membuat suku lainya tenggelam eksistensinya dan kalah pamor oleh suku bangsa Jawa dan Melayu. Ibarat kata Bugis, Sunda, Dayak, Bali, Banjar, Batak, dan 800 lebih suku bangsa lainya di Nusantara ini hanya sebagai pelengkap saja di rantau ini dan tak berarti apa-apa dalam percaturan kekuasaan di Nusantara.

Di era modern ini. Jawa digambarkan sebagai Indonesia dan Melayu di Refresentasikan sebagai Malaysia, keduanya terpisahkan oleh penjajahan bangsa Barat dimasa lampau, Melayu dibawah Jajahan British kecuali Sumatera dan Kalimantan (Borneo Selatan) manakala Jawa dibawah Jajahan Belanda keduanya baik Jawa/Melayu kehilangan kekuasaannya dan tergantikan oleh kuasa Bangsa Barat di Nusantara. Hingga akhirnya Indonesia berhasil lahir sebagai bangsa baru dan melepaskan belenggunya dari penjajahan bangsa Barat dengan darah dan air mata. 

Kejayaan Indonesia yang mampu keluar dari penjajahan bangsa barat ini membuat orang-orang Melayu tergugah dan respect sehingga timbullah keinginan dari orang-orang Melayu di semenanjung Malaya untuk lepas dari pedih dan sakitnya belenggu penjajahan bangsa barat ini. Orang-orang Melayu berjuang melalui diplomasi untuk meraih kemerdekaan dan kebebasan, awalnya kedua suku bangsa Jawa dan Melayu ini ingin merdeka bersama dalam satu identitas bersama dengan mengusung satu konsep bersama dalam satu negara yg sama. Indonesian yg didominasi kaum Jawa mengajak kaum Melayu untuk bersanding bersama demi cita-cita hidup dalam satu negara yang berdaulat bersama saudaranya kaum Melayu. Tetapi setelah Indonesia merdeka, Belanda kembali dengan niat hati ingin menjajah kembali tanah Jajahannya. Kemudian tercetuslah Agresi Militer Belanda 1 dan 2, perang ini adalah perang untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda dengan rasa sakit, darah, dan air mata. Lagi-lagi Indonesia berhasil mengusir Belanda dari Bumi Nusantara. Malaya tidak lama kemudian memproklamirkan diri merdeka dari British pada tahun 1957, kemudian membuat formasi Federasi Dengan memasukan Sabah dan Serawak pada tahun 1963.


Kemerdekaan dua negara baru ini tak serta merta membuat keadaan membaik, Pada tahun tahun berikutnya terjadi Konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia yang dikenal dengan Gerakan Ganyang Malaysia. Konfrontasi ini merupakan gerakan penolakan Indonesia atas pembentukan Federasi Malaysia yang dianggap merupakan suatu bentuk kolonialisme baru yang British buat untuk mengontrol rantau Asia tenggara. 

Tidak lama kemudian Singapura dikeluarkan dari persekutuan dan Philippines menolak menerima penumbuhan Federasi Malaysia dengan memutus hubungan diplomatik dengan Malaysia. Terjadi perang saudara antara Indonesia dan Malaysia selama beberapa tahun. Kemudian hubungan antara keduanya memanas! Lucunya, Indonesia sendiri jelas menolak segala bentuk Neo-kolonialisme barat dengan sangat keras! Tetapi Indonesia sendiri melakukan Invasi terhadap Papua dan Timor Leste yang jelas merupakan bertentangan dengan undang-undang Indonesia sendiri. Untuk kasus Papua mungkin bisa dibenarkan karena papua dan Indonesia sama-sama negara coloni Dutch east Indies, tetapi untuk Timor leste? Bisa pikirkan sendiri hehe... 

Intinya Timor Leste memiliki sejarah yg berbeda dengan daerah Jajahan Belanda lainya karena Timor Leste sendiri negara Jajahan Portugis bukan Belanda! Tetapi Indonesia menginvasi ketika itu pun atas desakan Amerika serikat yg tak mau melihat Timor Leste menjadi negara Komunis. 

Ok, kembali ke konflik Indonesia-Malaysia! Singkat cerita British berjaya menumbuhkan / mendirikan Federasi Malaysia. Konflik panas diantara keduanya sedikit demi sedikit berangsur-angsur Pulih, Hubungan Indonesia dan Malaysia yang dulu memanas kembali rukun dan akur di era kepimpinan Presiden Soeharto dan Indonesia mengakui lahirnya Federasi Malaysia. 

 Sampai sekarang sisa-sisa dari konflik masa lalu antara Jawa dan Melayu yg kemudian dilanjutkan dengan Konfrontasi Malaysia-Indonesia ini masih menyisakan ketidak puasan antar keturunan dari kedua suku bangsa tersebut. Malaysia dan kaum Melayu sangat bangga dengan konsep Malay race atau ras Melayunya manakala Jawa bangga dengan Kekuasaan moyangnya yg bisa menyatukan Nusantara dalam satu identitas politik bersama. Sebetulnya Konsep Malay Race ini menurut saya pribadi sudah tidak relevan untuk digunakan dimasa kini. Karena konsep ini akan meniadakan eksistensi suku-suku lain di Nusantara, itu sebabnya kenapa banyak kaum atau suku yg tak suka dan anti Melayu! karena konsep Ras Melayu ini hanyalah kesalahan bangsa Barat atas main pukul rata terhadap kaum-kaum lain di Nusantara. Manakala hal-hal yg Kaum Jawa banggakan ialah karena moyangnya telah berhasil menyatukan semua kaum di Nusantara atas nama Indonesia. 

Ini pun tak semuanya betul juga tapi Percaya atau tidak, terbentuknya Indonesia sebetulnya lebih karena rasa senasib sepenanggungan, artinya bangsa-bangsa Nusantara bergabung kedalam Indonesia semata-mata karena merasa memiliki nasib yg sama! Sama-sama pernah merasakan pahit nya dijajah oleh Belanda, Kalau tidak karena penjajahan Belanda. 

Tidak akan lahir dan tidak akan ada yg namanya Indonesia! Pasti Nusantara akan terpecah kedalam puluhan Negara berdasarkan kaum dan Suku masing-masing. Sampai saat ini, kita masih sering menyaksikan konflik antar Indonesia dan Malaysia dalam sosial media dan lainya. Semuanya masih merupakan produk masa lalu dan dendam yang tak berkesudahan antara orang Melayu dan Jawa hingga akhirnya diwariskan kepada anak cucunya hingga kini. 

Konflik Jawa-Melayu ini sudah berjalan berabad-abad lamanya, sudah lebih dari Seribu tahun anak cucu mereka hingga kini masih terdoktrin oleh cerita-cerita masa lalu kedua suku bangsa tersebut. Lucunya.. yg sering war di sosial media dan gaduh soal claim-mengclaim dan merasa siapa paling tangguh dan hebat ini adalah orang-orang Semenanjung dan pulau Jawa. 

Yang notabene mewakili Antara Orang melayu dan Jawa, sedangkan Suku lain diluar Jawa dan Melayu cenderung santai dan netral serta tak ambil hati atas semua konflik Jawa-Melayu yang tak berkesudahan ini. Inti dari tulisan ini adalah hanya ingin membuka pikiran/Minda kita semua tentang konflik yg terjadi antar dua negara serumpun ini. Masih kah kita akan terus terjebak dalam konflik masa lalu? Kembali dan terpulang kepada diri masing-masing.. 

Hidup bangsa Nusantara! hidup Kaum Austronesia! 💪 tulisan ini semata-mata saya tulis berdasarkan apa yang saya pelajari dari berbagai buku, kajian, dan pandangan pribadi mengenai apa yg berlaku atas Melayu dan Jawa. 

FYI, saya sendiri berusaha menulis ini senetral mungkin karena saya sendiri bukanlah Orang Jawa atau Melayu! Saya pure asli Orang Sunda suku minoritas di Nusantara, suara saya mewakili 800 lebih semua suku bangsa di Nusantara yg ada dalam kekuasaan suku Melayu dan Jawa. Kita semua bangga sebagai Austronesia bukan bangga sebagai Melayu ataupun Jawa! Kita semua bangga sebagai rakyat Indonesia dan Malaysia bukan bangga menjadi bagian kekuasaan Melayu ataupun Jawa!!! Terimakasih 🙏

 ©PNOO Written by Rizki Firdaus