Kekayaan aset budaya yang dimiliki suku Dayak - Navigasi info a -->
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kekayaan aset budaya yang dimiliki suku Dayak

Navigasi Info - Kekayaan aset budaya yang dimiliki suku Dayak...., sejatinya adalah aset yang sangat potensial. Aset itu bukan melulu kebudayaannya saja...., melainkan pusaka-pusakanya...., baik itu yang berupa senjata maupun obat-obatan alami mereka seperti bajakah, misalnya. 




Sayangnya...., potensi yang begitu besar itu belum ada yang berupaya untuk melestarikannya. Sangat disayangkan..., jika pusaka-pusaka itu nantinya hilang ditelan modernisasi. Seperti halnya pusaka yang berupa senjata khas Dayak....; yakni Mandau...., Tombak (Lunju)..., Sipet dan Duhung. 

Senjata-senjata pusaka itu tentu memiliki nilai-nilai penting bagi suku Dayak. Nilai penting itu berupa jati diri...., atau identitas diri bagi suku Dayak itu sendiri. Bila bicara pusaka leluhur khususnya senjata...., tentu memiliki nilai kesejarahan sendiri. 

Di sini kita akan membahas senjata khas suku Dayak...., yang dinamakan “Duhung”. Duhung ini memang tidak sefamiliar senjata khas suku Dayak lainnya...., yakni Mandau yang sudah begitu sangat dikenal di nusantara hingga mancanegara.

Namun terlepas dari itu...., para tokoh ataupun panatua suku Dayak tentu akan menempatkan senjata Duhung pada porsi tersendiri... , baik dalam hikayatnya sebagai senjata berburu ataupun senjata pada saat berperang. Sebut saja bagi para basir..., mantir..., damang...., ataupun tokoh adat Dayak....; tentu memiliki pemahaman yang sama...., bahwa senjata tradisional yang dinamakan Duhung merupakan senjata tertua suku Dayak. 

Sehingga tidak heran...., berdasarkan hikayat leluhur senjata khas Dayak ini sudah tercipta dan menjadi cikal bakal bagi nenek moyang suku Dayak mengenal senjata tersebut. Senjata Duhung ini diyakini lebih sakti dari pada senjata khas Dayak lainnya...., yakni Mandau atau lainnya. Terlepas dari hikayat turun temurun yang menceritakan begitu luar biasanya pusaka yang dinamakan Duhung ini....., maka keberadaan benda yang diyakini memiliki kesaktian tersebut saat ini sangatlah langka. 

Hanya sedikit orang...., atau suku Dayak yang masih menyimpan benda aslinya. Kalaupun ada yang masih menyimpan pusaka aslinya..., maka itu pasti hanya sebatas tokoh-tokoh Dayak saja. Pada kegiatan ritual Balian atau Hanteran...., senjata Duhung ini sering dipakai para tetuanya. Itu baru pusaka yang berbentuk senjata..., belum lagi pusaka pengobatannya. Kita semua tentu belum tahu apa itu Minyak Yuma..., warisan leluhur suku Dayak...., yang tentunya banyak khasiatnya.

Kekayaan aset budaya yang dimiliki suku Dayak...., sejatinya adalah aset yang sangat potensial. Aset itu bukan melulu kebudayaannya saja...., melainkan pusaka-pusakanya...., baik itu yang berupa senjata maupun obat-obatan alami mereka seperti bajakah, misalnya. Sayangnya...., potensi yang begitu besar itu belum ada yang berupaya untuk melestarikannya. Sangat disayangkan..., jika pusaka-pusaka itu nantinya hilang ditelan modernisasi. 

Seperti halnya pusaka yang berupa senjata khas Dayak....; yakni Mandau...., Tombak (Lunju)..., Sipet dan Duhung. Senjata-senjata pusaka itu tentu memiliki nilai-nilai penting bagi suku Dayak. Nilai penting itu berupa jati diri...., atau identitas diri bagi suku Dayak itu sendiri. Bila bicara pusaka leluhur khususnya senjata...., tentu memiliki nilai kesejarahan sendiri. Di sini kita akan membahas senjata khas suku Dayak...., yang dinamakan “Duhung”. 

Duhung ini memang tidak sefamiliar senjata khas suku Dayak lainnya...., yakni Mandau yang sudah begitu sangat dikenal di nusantara hingga mancanegara. 

Namun terlepas dari itu...., para tokoh ataupun panatua suku Dayak tentu akan menempatkan senjata Duhung pada porsi tersendiri... , baik dalam hikayatnya sebagai senjata berburu ataupun senjata pada saat berperang. 

Sebut saja bagi para basir..., mantir..., damang...., ataupun tokoh adat Dayak....; tentu memiliki pemahaman yang sama...., bahwa senjata tradisional yang dinamakan Duhung merupakan senjata tertua suku Dayak. Sehingga tidak heran...., berdasarkan hikayat leluhur senjata khas Dayak ini sudah tercipta dan menjadi cikal bakal bagi nenek moyang suku Dayak mengenal senjata tersebut. Senjata Duhung ini diyakini lebih sakti dari pada senjata khas Dayak lainnya...., yakni Mandau atau lainnya. Terlepas dari hikayat turun temurun yang menceritakan begitu luar biasanya pusaka yang dinamakan Duhung ini....., maka keberadaan benda yang diyakini memiliki kesaktian tersebut saat ini sangatlah langka. 

Hanya sedikit orang...., atau suku Dayak yang masih menyimpan benda aslinya. Kalaupun ada yang masih menyimpan pusaka aslinya..., maka itu pasti hanya sebatas tokoh-tokoh Dayak saja. Pada kegiatan ritual Balian atau Hanteran...., senjata Duhung ini sering dipakai para tetuanya. Itu baru pusaka yang berbentuk senjata..., belum lagi pusaka pengobatannya. Kita semua tentu belum tahu apa itu Minyak Yuma..., warisan leluhur suku Dayak...., yang tentunya banyak khasiatnya.