Sejarah tempat wisata malam gang dolly - Navigasi info a -->
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah tempat wisata malam gang dolly

Navigasi Info - Gang Dolly merupakan kawasan wisata lendir terbesar di Asia tenggara yang terletak di daerah Jarak, Pasar Kembang, Kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Sebagaimana kita ketahui gang Dolly telah lama di tutup atau berhenti beroperasi pada tahun 2014 yang di lakukan oleh gubernur Surabaya yang saat itu di jabat oleh ibu Tri Rismaharini. 

Sejarah tempat wisata malam gang dolly


Serta saat penutupannya di penuhi drama yang cukup membuat panas dingin untuk kita yang mana hal tersebut di tentang oleh beberapa warga yang tak ingin tempat wisata malam tersebut di tutup oleh ibu Tri Rismaharini.

Walau terdapat beragam polemik saat penutupannya akan tetapi semua itu dapat di lakukan oleh gubernur Surabaya sehingga resmi gang Dolly di tutup pada tahun 2014.

Sebagai mana kita ketahui Gang Dolly sendiri merupakan kawasan wisata malam terbesar di Asia tenggara yang mana menampung kurang lebih 9000 pekerja wanita penghibur dan 800 wisma yang disertai dengan beragam fasilitas pemuas wisata malam pada umum yang mana dari beragam bisnis wisata malam tersebut lokalisasi gang Dolly dapat menghasilkan keuntungan perharinya mencapai kurang lebih 3 milyar rupiah.

Tak heran gang Dolly bukan hanya di kenal oleh turis dalam negeri saja akan tetapi para turis asing yang mencari kepuasan berwisata malam  mengenal gang Dolly hal tersebut yang membuat gang Dolly dapat di sandingkan dengan kompleks lokalisasi di negeri lain, misalnya; kawasan Phat Pong di Bangkok, Thailand dan Geylang di Singapura. 

Sejarah Lokalisasi Gang Dolly 


Menurut Legenda yang beredar bisnis Lendir Gang Dolly ini telah ada dari jaman penjajahan Belanda yang mana bisnis wisata malam gang Dolly kala itu dikelola oleh seorang perempuan keturunan Belanda yang dikenal dengan nama Dolly van der mart dapat dibilang nama Dolly ini diambil langsung dari nama Noni Belanda. 

Dolly van der mart


Disebabkan Noni Dolly Van der mart berhasil mengubah  kawasan pemakaman orang tiongkok di sulapnya Menjadi kawasan wisata malam yang terkenal sekarang yaitu gang Dolly.

Pada 1966, para pendatang menghancurkan makam-makam tersebut. Setahun kemudian, 1967, muncul seorang pelacur perempuan bernama Dolly Khavit. Ia menikah dengan pelaut Belanda dan mendirikan rumah pelacuran pertama di jalan yang sekarang bernama Kupang Gunung Timur I. Awalnya Tante Dolly hanya menyediakan beberapa gadis untuk menjadi pekerja seks komersial guna melayani dan memuaskan syahwat para tentara Belanda. Ternyata pelayanan para gadis asuhan Tante Dolly banyak dianggap memuaskan. Tidak hanya tentara Belanda, warga pribumi pun lantas mulai mendatangi lokalisasi tersebut Sesuai dengan nama perintisnya, lambat laun lokasi itu pun lebih dikenal sebagai kawasan Dolly.

Dolly semakin berkembang pada 1968 dan 1969. Puluhan wisma mulai bermunculan mulai dari sisi jalan sebelah barat, lalu meluas ke timur, hingga mencapai sebagian Jalan Jarak. Kini, keturunan Tante Dolly diyakini masih berada di sekitar Surabaya. Namun, mereka tak lagi meneruskan bisnis yang didirikan leluhurnya itu. Yang membuat lokasi prostitusi ini menjadi menarik, salah satunya dari cara para pekerja menjajakan dirinya.

Itulah sedikit sejarah mengenai gang Dolly semoga bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung.