IKAT KEPALA TRADISIONAL LAKI-LAKI LAMPUNG - Navigasi info a -->
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

IKAT KEPALA TRADISIONAL LAKI-LAKI LAMPUNG

Navigasi Info - setiap daerah mempunyai ciri khas baik secara adat istiadat, makanan dan juga pakaian yang mana menjadi simbolis suatu etnis suku-suku di dunia termasuk Indonesia yang mana mempunyai beragam suku yang berjumlah ratusan. 

Kikat bidung
Contoh Kikat bidung


Tak terkecuali untuk suku lampung yang mana mempunyai pakaian adat tersendiri yang menarik untuk kita ulas salah satunya mengenai ikat kepala ataupun topi suku lampung yang menjadi simbolis suku bangsa lampung. 

Ikat kepala laki-laki yg digunakan oleh orang Bali disebut Udeng. Orang Sunda jg menyebut Udeng. Orang Jawa menyebutnya Udeng. Orang Palembang menyebutnya Tanjak. Orang Bugis - Makasar menyebutnya Passapu. Sedangkan orang Lampung menyebutnya KIKAT.
Ada beberapa macam bentuk KIKAT LAMPUNG, diantaranya:

[1] Kikat Punai Meghem
[2] Kikat Gulo Skirik
[3] Kikat Tutup
[4] Kikat Kelupek Jantung
[5] Kikat Ngetepei
[6] Kikat Angkinan
[7] Kikat Kepudang
[8] dll.


Ikat kepala ini dari bahan tenun kain tupal berwarna merah (bukan Tapis) atau bahan katun bermotif batik.

IKAT KEPALA TRADISIONAL LAKI-LAKI LAMPUNG
IKAT KEPALA TRADISIONAL LAKI-LAKI LAMPUNG


Dalam praktiknya, saat ini ikat kepala (kikat) ini dilekatkan/diikatkan pada kopiyah dg maksud agar praktis ketika menggunakannya sehingga terkesan sbg penutup kepala.

Sedangkan penutup kepala laki-laki di Lampung disebut "KEPIYAH MAS". Di Jawa dan Sunda disebut "Blangkon". Kepiyah Mas bisa dibuat dari bahan KUNINGAN, TEMBAGA, PERAK, dan EMAS.

✍ PENUTUP KEPALA TRADISIONAL LAKI-LAKI LAMPUNG


Penutup kepala laki-laki disebut KEPIYAH. Ada 3 penamaan benda penutup kepala (bukan ikat kepala), yaitu Kepiyah Mas, Kepiyah Pandan (?), Kepiyah Agheng.

■KEPIYAH MAS, digunakan oleh laki-laki utk menjalankan upacara adat mulai Bekatan, Kughuk, hingga Turun Mandi.
■KEPIYAH PANDAN (?), digunakan oleh laki-laki berstatus bujang (Lpg : Menganai) yg digunakan ketika mengelola/mengurus upacara adat selaku Pengelaku/Penglaku Menganai.
■KEPIYAH AGHENG, sering digunakan oleh laki-laki yg digunakan dlm upacara adat oleh Perwatin, Pengelaku Pegawo, Ragah Tuho. Tabik.

Semoga bermanfaat. Utk membantu mendiseminasikan antropologi budaya Lampung, jangan lupa like/suka, share/bagikan, dan follow/ikuti blog @berangailampung ini hingga selesai.

*Rajo Guntur Mergo #budayalampungpepadun #amperawan