SISTEM TEKNOLOGI RUMAH DAN BALAI ADAT DALAM UNSUR KEBUDAYAAN LAMPUNG - Navigasi info a -->
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

SISTEM TEKNOLOGI RUMAH DAN BALAI ADAT DALAM UNSUR KEBUDAYAAN LAMPUNG

Navigasi Info - Indonesia merupakan memiliki banyak budaya dan tradisi yang kaya dan penuh makna yang mendalam salah satu nya beragamnya rumah adat di setiap suku di Indonesia. 



Salah satunya rumah adat lampung yang mana sarat dengan makna maupun tradisi ditambah lagi cara membuatnya yang masih terbilang tradisional menggunakan teknologi dan manterial yang masih mengandalkan alam atau berbahan dasar kayu. 

Oleh sebab itu akan cukup menarik jikalau kita saat ini sedikit mengulas mengenai rumah adat suku lampung yang mana sebagai berikut :

▪︎Rumah adat disebut Nuwo. Nuwo mempunyai adeg (nama adat) seperti : Nuwo Berangai, Nuwo Balai Agung, Nuwo Gedung Agung, Nuwo Gedung Pekuwen, Nuwo Gedung Kaco, Nuwo Gedung Dalem, Nuwo Balai Keratun, Nuwo Keratun, Nuwo Keratun Dalem, Nuwo Balai Dunio, Nuwo Gemuttur, Nuwo Tetan Gumatti, Nuwo Pasar Agung, Nuwo Pasar Inten, Nuwo Pasar.

Tempo dulu, nama rumah adat (Nuwo) mencerminkan strata adat yg disahkan oleh Majelis Adat. Nuwo merupakan tempat kediaman Penyimbang (pemimpin adat persekutuan). Dengan demikian, merubah nama adat pada rumah adat (merubah adeg nuwo) tidak diperkenankan, mengingat rumah adat tersebut merupakan salah satu syarat pembentukan suatu Kepenyimbangan.

✍ Nuwo mempunyai bilik-bilik dg penghuninya secara terstruktur. Bentuknya berupa bangunan panggung - limas dan tidak menggunakan paku besi. Dst.

▪︎Balai Adat disebut Sesat. Sesat mempunyai adeg (nama adat) seperti Sesat Menango Aji, Sesat Suro Gumatti, Sesat Abung Tinggi, dan Sesat Munggah Dabung. Sesat tempat memperbincangkan adat-istiadat suatu komunitas adat.

✍ Sesat memiliki bermacam ruang2 terbuka dg fungsinya masing2. Bentuk aslinya berupa bangunan panggung yg lebih rendah dari rumah. Dst. Tabiik puun.

Semoga bermanfaat. Silakan share/bagikan, like/suka, comment/komentar, follow/ikuti blog @berangailampung ini.

*Rajo Guntur Mergo #budayalampungpepadun #amperawan