Mengapa beberapa orang Rusia tampak berwajah Asia? - Navigasi info
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengapa beberapa orang Rusia tampak berwajah Asia?

Navigasi Info - Rusia itu sangat luas dan wilayah yang langsung berbatasan dengan Asia Timur dan Asia Tengah disebut Siberia atau Rusia Timur Jauh, Dal'niy Vostok Rossii (Дальний Восток России). Wilayah ini juga sering disebut dengan Asia Utara yang berbatasan dengan Asia Tengah dan Asia Timur. Wilayah yang berbatasan dengan Asia Tengah adalah Orenburg Oblast, Chelyabinsk Oblast, Kurgan Oblast, Omsk Oblast, Novosibirsk, Altai Krai, Republik Altai, Republik Tuva, dan Republik Buryatia.

Mengapa beberapa orang Rusia tampak berwajah Asia?
Mengapa beberapa orang Rusia tampak berwajah Asia?


Sementara itu, wilayah Rusia Timur Jauh yang berbatasan dengan Asia Timur dan terdiri dari 11 wilayah oblast, republik federal, daerah otonomi, krai. Wilayah Rusia Timur Jauh yang paling besar adalah Republik Sakha yang beribukota di Yakutsk. Sementara itu, wilayah terpadat adalah Primorsky Krai yang beribukota di Vladivostok. Primorsky Krai langsung berbatasan dengan Korea Utara dan Kim Jong-il sebenarnya juga lahir di sana dengan nama Yuri Irsenovich Kim.



Menurut sensus Rusia tahun 2010 silam, mayoritas wilayah Siberia dihuni oleh orang-orang beretnis Kazakh dan Buryat. Wilayah yang berbatasan dengan Korea Utara dan Jepang dihuni oleh etnis Korea. Orang-orang Korea pada masa penjajahan Jepang banyak yang bermigrasi ke wilayah Uni Soviet. Mereka di antaranya adalah Yevgeny Ivanovich Kim yang merupakan agen KGB dan pahlawan Uni Soviet serta Kim Il-sung yang kemudian membidani lahirnya Korea Utara.

Di wilayah itu juga terdapat etnis Rusia, Tatar dan Jerman dalam jumlah besar. Orang Tatar sendiri juga banyak yang menghuni Turki sampai Asia Tengah. Keberadaan orang Jerman tidak dapat dilepaskan dari Siberia yang dulunya juga merupakan tempat tawanan perang Nazi Jerman. Stalin mengirim tawanan perang Jerman ke Siberia dan juga Republik Sosialis Soviet Kazakhstan (RSS Kazakhstan).

Rusia adalah negara multietnis sejak zaman kekaisaran. Meski pada sensus tahun 2010 diketahui 80.9 % penduduknya beretnis Russia, namun jika yang berwajah Asia ini digabungkan jadi satu, jumlahnya akan mencapai 10,5 %. Orang-orang berwajah Asia di Rusia memang terbagi dalam banyak etnis yang berbahasa Turkic, Mongolic, Tungusic, Koreanic, Chukotko-Kamchatkan sampai Sino-Tibetan.

Berdasarkan riset genetik kromosom Y, etnis Rusia sendiri memiliki Haplogroup N-M231 yang berasal dari Asia Timur bagian selatan sebesar 5,4% sampai 53,7% dengan rata-rata sebesar 21,6%. Haplogroup ini menyebar ke Rusia sampai Eropa sejak zaman prasejarah dimulai dari migrasi orang-orang berwajah asia yang terdapat di Tiongkok Selatan ke Rusia. Migrasi orang-orang Asia ke Rusia bahkan Eropa Timur dan Eropa Utara tidak hanya sewaktu ekspansi Genghis Khan atau Temüjin dibawah panji-panji Mongol, namun sudah ada sejak masa prasejarah atau delapan sampai sepuluh ribu tahun lalu.

Orang-orang berwajah Asia di Rusia bukanlah persoalan baru. Mereka mewarnai budaya Rusia sejak zaman kekaisaran hingga saat ini. Salah satu contohnya adalah Derzu Uzala, orang etnis Nanai, yang membantu Vladimir Klavdiyevich Arsenyev mengeksplorasi Rusia Timur Jauh, Dal'niy Vostok Rossii (Дальний Восток России). Arsenyev mengangkat kisahnya itu dalam buku "Dersu Uzala" (Дерсу Узала) yang kemudian diangkat dalam layar lebar dengan judul yang sama pada tahun 1961 dan disutradarai oleh Agasi Babayan. Film Derzu Uzala yang paling terkenal adalah remake tahun 1975 yang disutradarai Akira Kurosawa.

Dapat dijelaskan bahwa orang Rusia yang tampak berwajah Asia tidak hanya sebatas beberapa saja, namun sangat banyak, terutama yang ada di Siberia atau kawasan Rusia Timur Jauh. Hal ini karena kawasan itu mayoritas dihuni oleh etnis berwajah Asia seperti Kazakh, Buryat, Yakuts, Tuvans, Kalmyks, Evenks, Korea dan lain sebagainya. Selain itu, etnis Rusia juga mewarisi genetik dari Asia yang mana adalah Haplogroup N-M231.

Dalam bahasa Rusia, ada dua cara menyatakan "orang Rusia", yakni ру́сский (russkiy) dan россиянин (rassiyanin).

ру́сский (dan variannya) berarti orang etnis Rusia, etnis yang berasal dari Eropa timur dan berbicara bahasa Rusia yang merupakan etnis mayoritas di negara Federasi Rusia. Sedangkan россиянин (dan variannya) berarti orang yang berasal dari negara Rusia tidak peduli orang etnis tersebut. Jadi, seorang warga negara Rusia yang beretnis Sakha misalnya, dia merupakan россиянин tapi bukan ру́сский.

Jadi, kalau pertanyaannya : mengapa beberapa россиянин tampak berwajah Asia? jawabannya wajar karena sebagian besar wilayah Rusia terletak di benua Asia dan wilayah tersebut dihuni berbagai macam etnis yang memang sudah sejak dulu tinggal disitu bahkan sebelum wilayah tersebut ditaklukkan oleh orang Rusia. Beberapa suku/etnis minoritas Rusia yang wajahnya sangat Asia : Kazakh, Buryat, Yakuts, Tuvans, Kalmyks, Evenks, Korea dan lain sebagainya.

Sedangkan kalau pertanyaannya, mengapa beberapa ру́сский tampak berwajah Asia?

Ada ungkapan dalam bahasa Prancis « Grattez le russe et vous trouverez le tartare. » yang kurang lebih artinya : goreslah kulit orang Rusia, dan kamu akan temukan orang Tartar.

Maksudnya adalah, banyak orang Rusia yang memiliki darah bangsa Tartar atau Mongol karena dalam sejarahnya, daerah asal etnis Rusia di Eropa Timur (Sekitar Rusia/ Ukraina) berkali-kali diinvasi oleh bangsa Asia Tengah sehingga kawin campur tidak bisa dihindarkan.

Dari periode 1237–1240, ada banyak kota-kota bangsa Rusia yang dihancurkan bangsa Mongol.[4] Kurang lebih ada sekitar 500.000 korban jiwa atau 6–7% populasi Rus Kiev saat itu.
close