Bukti Majapahit Menginvasi Australia 🇦🇺 - Navigasi info a -->
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bukti Majapahit Menginvasi Australia 🇦🇺

Navigasi Info - “Majapahit Telah Mengunjungi Australia”. Sebuah fakta baru pada tahun 2010 dengan ditemukan Meriam Majapahit (yang dikenal sebagai meriam cetbang) di Australia akan membuka tabir pelayaran di lautan selatan pulau Jawa sampai Australian sebelum abad ke-16 Masehi.

Bukti Majapahit Menginvasi Australia 🇦🇺
Bukti Majapahit Menginvasi Australia 🇦🇺


Pada tahun 2010 lalu tersiar kabar, tersebut nama seorang pemuda Australia yang bernama Christopher Doukas menemukan meriam yang berbentuk sama dengan meriam cetbang Majapahit di Pantai Dundee wilayah Australia bagian utara. Penemuan meriam cetbang majapahit di Australia menjadi penelitian lebih lanjut tentang hubungan Indonesia dengan Australia sebelum abad ke 16 Masehi.

Sementara ini dalam sejarah Australia diakui bahwa Kapten James Cook asal Inggris adalah orang yang pertama datang di Australia pada tahun 1770, nach dengan ditemukannya meriam cetbang Majapahit ini membuktikan bahwa telah terjadi hubungan laut Nusantara dengan Australia sebelum abad ke 16 Masehi atau sebelum tahun 1500 Masehi. Bahkan juga ditemukan koin yang mengungkapkan hubungan perdagangan Australia dengan India dan Afrika seribu (1.000) tahun lalu.

Meriam temuan di pantai Dundee wilayah Australia Bagian Utara merupakan milik orang dari Nusantara / Indonesia.

Meriam temuan pemuda Christopher Doukas mempunyai kesamaan 100 % dengan koleksi yang oleh The Metropolitan Musem Of Art dibawah Accession Number: 1986.503 yang diidentifikasi sebagai meriam (cannon) yang berasal dari Periode Majapahit (1296 – 1520 Masehi). Meriam ini yang dikenal sebagai Meriam Cetbang Majapahit.

Keterangan tentang keberadaan Meriam Cetbang di sebutkan dalam Prasasti Sekar (Bojonegoro). Pembuatan meriam cetbang ini di Rajekwesi (Bojonegoro) dengan mesiu dibuat di Swatantra Biluluk (Prasasti Bilulu).

Panglima Angkatan Laut Majapahit yang menggunakan Meriam Cetbang adalah Pu Nala. Tentang kesohoran Pu Nala masa Majapahit diketahui melalui Prasasti Sekar, Prasasti Manah I Manuk (Bendosari), Prasasti Batur, Prasasti Tribhuwana, dan Kakawin Nagarakrtagama yang menyebutnya sebagai Tumenggung (Panglima Perang).

Dalam Kakawin Nagarakrtagama, Pu Nala mendapat gelar “wiramandalika”. Gelar ini disematkan karena jasanya menjadikan jaya Majapahit dalam wirama 72 bait 2-3 menyebutnya sebagai keturunan orang cerdik yang mampu menghancurkan musuh di Dompo (Nusantara Tenggara Barat).

Sangat dimungkinkan meriam Cetbang yang ditemukan di Pantai Dundee bagian utara Australia berasal dari Periode Majapahit Jaya. Dompo (Nusantara Tenggara Barat) yang ditaklukkan Pu Nala tidaklah jauh dari pantai Dundee. Sehingga dengan temuan ini memperlihatkan kekuasaan Majapahit pernah merambah di Australia walau perlu pembuktian lebih lanjut,

Sumber Pustaka:




Dwi Ari wijaya
Dwi Ari wijayaJust an unemployed jobless for a hobby
close