Invasi Penjajahan Majapahit ke Jepang - Navigasi info
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Invasi Penjajahan Majapahit ke Jepang

Navigasi Info - Setelah berhasil menaklukkan Dinasti Ming Tiongkok dan Korea pada tahun 1585, Majapahit menyerbu Jepang melalui provinsi Satsuma di bagian selatan Jepang.

Invasi Penjajahan Majapahit ke Jepang
Invasi Penjajahan Majapahit ke Jepang 


Jepang yang pada saat itu dipimpin oleh Toyotomi Hideyoshi segera mengumumkan bahwa negeri mereka telah diserang kepada para tuan tanah feodal Jepang (Daimyo).

Toyotomi Hideyoshi yang tidak menyangka bahwa pasukan Jawa telah mendarat di Kyushu menyuruh agar para jenderalnya mempersiapkan strategi pertahanan yang efektif untuk menghalau Majapahit kembali ke Jawa.

Serangan pertama Jawa dihadapi oleh klan Shimazu, Otomo, dan Tachibana. Dalam pertempuran itu, pemimpin klan Shimazu, Shimazu Yoshihisa tewas oleh bedil yang dipakai oleh pasukan dari Tulungagung. Bedil itu bernama Bedil Tulungagung, yang kemudian dipakai oleh pasukan Turki saat menyerbu Austria. Pasukan Jawa pun menyerbu semakin dalam ke wilayah Jepang.

Hideyoshi yang panik pun mengirimkan semua pasukan samurai ke selatan Jepang. Strategi ini berhasil mendesak Majapahit untuk sementara.

Namun tanpa disangka, pasukan Kutai yang saat itu menjadi kerajaan bawahan Majapahit menyerbu Tōhoku dari pulau yang kini dikenal sebagai Hokkaido, dibantu oleh suku asli Ainu. Hal ini disusul invasi pasukan Korea, Tiongkok, Brunei, dan Demak yang telah menjadi bawahan Majapahit dari provinsi Owari dan Mikawa. Sekutu Majapahit, Portugis juga ikut mengambil bagian dalam invasi ini.

Dalam pertempuran di luar kota Kyoto, Toyotomi pun bunuh diri dengan tradisi seppuku. Setelah memegang kendali Kyoto, Kaisar Jepang mengumumkan bahwa Jepang kini menjadi negara bawahan Majapahit. Berita gembira ini pun disambut meriah di Jawa, bahkan koloni Majapahit di pantai barat benua Bambangan dan benua Jokoagung. Setelah invasi ini, petinggi Majapahit merencanakan invasi ke Prancis melalui benua Bambangan.

Referensi: Europa Universalis IV
close