7 Fakta Mengenai Suku Bangsa Sulu yang jarang orang tahu - Navigasi info
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Fakta Mengenai Suku Bangsa Sulu yang jarang orang tahu

Navigasi Info - Hari ini, kita dikejutkan dengan berita gugatan ahli waris Kesultanan Sulu dengan menuntut ganti rugi arbitrase dari Malaysia di pengadilan Spanyol/Prancis senilai lebih dari 60 Miliar Ringgit.

7 Fakta Mengenai Suku Bangsa Sulu yang jarang orang tahu
7 Fakta Mengenai Suku Bangsa Sulu yang jarang orang tahu


Banyak yang bingung dan bertanya-tanya bagaimana ahli waris Kesultanan Sulu yang dianggap PAPA KEDANA itu bisa membawa kasus gugatannya terhadap Malaysia ke Eropa. Sehingga ada kritik yang bernada sumpah setia yang ditujukan kepada ahli waris Sultan Sulu dan bahkan sebagian dari kritikan tersebut juga mengikutsertakan masyarakat Sulu di Malaysia.

Kritik terhadap masyarakat Sulu sudah berlangsung sejak jauh sebelum era Kesultanan Melaka. Kritikan berbunyi, Sulu adalah “Bajak Laut”, “Penculik Manusia”, “Mata-Mata Perang”, “Pengkhianat Bangsa”, dll. itu lumrah.

7 Hal Mengenai Suku Sulu


1. Tahukah Anda bahwa satu-satunya pejuang laut yang menyelamatkan Parameswara dari buruan Siam adalah Suku Laut yang disebut MANUSIA SELAT? Mereka menjaga Parameswara hingga kerajaan Melaka berhasil berdiri hingga nafas terakhirnya. Menurut orang Portugis orang Celate (Selat) berasal dari perairan Bugis.

Jika dirunut bahwa istilah Celate merujuk pada orang laut SOLOK yang sebagian besar bertumpuk di Selat Makassar dan Sulawesi Utara dan Selatan dan sebenarnya mereka berasal dari Kepulauan Sulu.

2. Tahukah Anda bahwa Portugis mencatat bahwa kekuatan administrasi (Birokrat) Kesultanan Melaka berada di bawah pengawasan Lucoes (Kadatuan Sulu dari Manila dan Brunei) yang memiliki bahasa sendiri di antara 80 berbagai suku di Melaka.

Karena pihak Portugis menyatakan bahwa Lucoes memiliki hubungan dekat dengan pemerintah Cina maka kemungkinan besar Hang Li Po dan Hang 5 bersaudara Melaka berasal dari suku Lucoes. Istilah kedudukan Laksumuna (Laksamana), Jurudagan (Juragan), Tumanggung (Temenggung) termasuk di antara istilah bahasa Lucoes yang digunakan di Melaka.

3. Tahukah Anda bahwa kejayaan Kesultanan Brunei justru mencapai puncaknya setelah jatuhnya Melaka ke tangan Portugis? Angkatan Laut Brunei bukanlah Dayak atau dari suku manapun kecuali dari Sulu.

Spanyol menyadari bahwa penjaga laut Brunei adalah orang Sulu. Jadi Spanyol akhirnya menyerang Pulau Sulu dengan arus selama 370 tahun.

Pulau Sulu dihancurkan berkali-kali oleh Spanyol, membuat Brunei aman dan tenteram. Menurut Spanyol, jika Sulu kalah dan mati, akan mudah baginya untuk mengalahkan dan mengkristenkan Maguindanao dan Brunei.

4. Tahukah Anda bahwa Kesultanan Sulu kemudian diakui oleh Amerika Serikat sebagai kesultanan dan bangsanya gagal ditaklukkan oleh Spanyol? USA mencoba untuk menundukkan orang Sulu dengan membunuh ribuan dari mereka tetapi mereka gagal untuk menundukkan karena orang Sulu menolak untuk KECEWA di tangan mereka dan tetap berjuang.

5. Tahukah Anda bahwa meskipun beberapa orang Sulu adalah orang Filipina yang taat, beberapa keluarga mereka masih berjuang untuk memegang senjata api di hutan-hutan Pulau Sulu? Jangan heran mereka masih memiliki senjata api hari ini dan masih mampu melawan tentara Filipina (menyerang Zamboanga) pada tahun 2013 dan sebagian menyerbu Lahad Datu di tahun yang sama.

6. Tahukah kamu mengapa orang Sulu membesarkan bangsanya dengan semboyan "WALA 'KIYARAPATAN DAING HA KASTILAH PA MILIKAN" (Tidak pernah kalah sejak Spanyol sampai Amerika)? Arti sebenarnya dari slogan ini adalah bahwa bangsa mereka tidak pernah ditundukkan dan ditaklukkan oleh Spanyol dan Amerika Serikat.

Faktanya, orang-orang Sulu telah kalah berkali-kali dalam perang tetapi segera mereka akan tiba-tiba muncul untuk membalas dengan menjarah musuh-musuh mereka dengan pembalasan yang jauh lebih brutal.

7. Tahukah kamu kenapa pecah perang Moro tahun 1972 dimana orang Sulu bersama orang Mindanao bangkit untuk melawan tentara canggih Presiden Marcos? Sebenarnya bermula dari pembantaian Komando Sulu oleh tentara Marcos karena Komando Sulu menolak dikirim ke Sabah untuk Proyek Kemerdekaan Sabah keluar dari Malaysia.

Sulu Commando menjadi lilin demi Sabah tercinta. Sejak itu, Tun Datu Mustapha mencoba mendukung dari belakang gerakan militer Sulu untuk memukul Marcos.

Banyak orang Sulu dan keluarga mereka terbunuh, tidak bersenjata dan orang tua mereka digantung di pohon kelapa sampai mati menyebabkan beberapa dari mereka menjadi pengungsi perang ke Sabah. Saat ini, para pengungsi perang Sulu vs Marcos selalu dihina oleh Sabahan dengan sebutan PATI atau Pendatang Ilegal Tanpa Undang.

Sementara itu, pemerintah Malaysia tidak melakukan pembelaan yang diperlukan.

Catatan :

Saat ini, Filipina berusaha sangat keras untuk menenangkan masyarakat Sulu yang masih memegang senjata api dengan berbagai janji keamanan.

Karena sangat tidak mungkin untuk menyingkirkan senjata api di tangan mereka. Penulis sangat prihatin dengan perkembangan terakhir dimana Malaysia mulai dipandang sebagai musuh oleh mereka dan kita di Malaysia melihat mereka sebagai musuh.
close