SEJARAH PANGLIMA SALLEH SELEMPANG MERAH HARUS DIFILMKAN - Navigasi info
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

SEJARAH PANGLIMA SALLEH SELEMPANG MERAH HARUS DIFILMKAN

Navigasi Info - Fenomena Mat Kilau: Kebangkitan Pahlawan membuktikan bahwa masyarakat Malaysia, khususnya Muslim Melayu, sangat tertarik dengan sejarah para pejuang yang membela agama dan bangsanya dari cengkeraman penjajah kafir l*knatullah.

SEJARAH PANGLIMA SALLEH SELEMPANG MERAH HARUS DIFILMKAN
SEJARAH PANGLIMA SALLEH SELEMPANG MERAH HARUS DIFILMKAN


Meskipun banyak catatan sejarah terhadap Mat Kilau, Tok Janggut, Dol Said & Letnan Adnan, ada pejuang yang jarang diceritakan karena sangat kurang terdokumentasi, yaitu Haji Mohd Salleh atau Kiyai Salleh & juga dikenal sebagai Panglima Salleh yang memiliki ilmu agama yang tinggi & pencak silat untuk melawan Komunis di Batu Pahat, Johor.

Ketika Jepang menyerah & mundur dari Malaya pada tahun 1945, ada masa kekosongan selama beberapa minggu sebelum Inggris kembali berkuasa. Pada masa itu, Tentara Anti Jepang Rakyat Malaya (MPAJA) atau dikenal sebagai Komunis Bintang Tiga yang sebelumnya menentang pendudukan Jepang mulai menunjukkan taring & membuat hukum mereka sendiri.

Mereka mulai menangkap & menyiksa secara brutal siapa saja yang dicurigai bekerja sama dengan Jepang. Tak sedikit pula mereka yang terpaksa bergabung dengan MPAJA. Satu per satu penduduk desa menghilang tanpa jejak.

Ratusan orang Melayu disiksa, dipenggal, dikubur hidup-hidup, ulama' dipaksa makan daging b*bi, rumah dibakar bersama penghuninya, umat Islam dilarang shalat berjamaah, jenazah korban dijadikan pupuk tanaman & perempuan ditangkap untuk dijadikan 'pabrik' bagi anak-anaknya.

Dalam situasi yang mengancam itu, muncul kesadaran di Panglima Salleh untuk membela agama dan bangsa. Dia mulai membentuk Red Sash Army yang terdiri dari pemuda pemberani bersenjatakan parang & tombak untuk melawan Komunis. Sebelum berperang, Panglima Salleh akan memimpin timnya untuk melakukan amalan tertentu seperti puasa & dzikir.

Banyak benteng Komunis diserang, semakin banyak orang Komunis yang terbunuh. Tidak hanya sebagai tim, tetapi juga dengan pedang yang diwarisi dari Raja Riau, Panglima Salleh bersepeda sendirian hampir setiap malam untuk menemukan dan memenggal kepala Komunis.

Tentara Sash Merah mulai mengorganisir tindakan untuk menghancurkan Komunis di Bandar Penggaram tetapi dihentikan oleh Dato 'Onn.

Kemarahan berdarah Red Sash Army terhadap Komunis di Batu Pahat harus difilmkan untuk dilihat generasi sekarang. Alangkah agungnya bangsa kita yang bertauhid di hadapan Allah & betapa kejinya ideologi sesat yang pernah menyebar di negara kita.

Jika saya seorang miliarder, saya pasti akan mengumpulkan dana untuk menerbitkan film bergenre dakwah/sejarah/silat/fiksi/bergenre syariah berjudul PANGLIMA SALLEH SELEMPANG MERAH.

Tidak masalah memasukkan unsur fiksi sebagai twist dalam sebuah film. Jika China bisa membuat cerita fiksi tentang Ip Man melawan banyak seniman bela diri, jika Jepang bisa mempopulerkan karakter Battousai yang bersenjatakan pedang pedang terbalik di timeline pemerintahan Meiji, mengapa ada orang yang mengeluh ketika orang-orang kita membuat film sejarah yang dicampur dengan fiksi ?

Sejarah tetaplah sejarah, tak perlu bersedih dengan peristiwa yang telah terjadi.

Pertolongan Allah akan hadir bagi orang-orang yang memiliki keimanan yang tinggi kepada Allah & berhasil dalam jihad melawan hawa nafsu dalam dirinya. Mari kita persembahkan Al-Fatihah untuk semua pejuang Muslim, semoga Allah memberikan mereka kesyahidan, Aamiin
close